Nih, Detik-detik Intimidasi Kepada Keluarga Kru PO Bus Luragung

Jumat, 4 Desember 2020, 19:20 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Aksi intimidasi yang dialami Kastiri (32) dan putranya, EVA (8) ternyata tersebar di media sosial. Aksi yang dilakukan sekelompok pria yang mengaku berasal dari Polsek Gempol itu diposting dalam kolom komentar Facebook.

Hal tersebut terlihat dalam kolom komentar Grup Facebook bernama 'PRIMAJASA KUNINGAN, CIREBON(HJM), CILEDUG(CIRTIM), BEKASI, BULUS POOL CIPUTAT' pada tanggal 30 November 2020. Seseorang bernama Alvero Rizki Ramadhan mengunggah sebuah video detik-detik intimidasi terhadap istri kru PO Bus Luragung, Dolf Khaelany di kediamannya, Kampung Cempeh, Lelea, Indramayu, Jawa Barat pada Senin (23/11/2020) malam.

Dalam postingan tersebut Alvero Rizki Ramadhan menyebutkan pihaknya telah menangkap seorang kru PO Bus Luragung. "Baru tertangkap satu kru tinggal 1 lagi," tulis Alvero Rizki Ramadhan pada 30 November 2020.

Dalam video yang diunggah dalam kolom komentar tersebut, Kastiri terlihat tengah diinterogasi oleh sejumlah pria. Terekam ada dua orang pria yang berada di hadapan Kastiri dan putranya. Seorang duduk dengan membusungkan dada, sedangkan seorang lainnya, berdiri dihadapan putranya yang terlihat ketakutan berlindung di belakang Kastiri.

Sedangkan seorang pria lainnya, merekam kamera dengan sesekali menekan agar Lani dapat segera memberitahukan posisi suaminya. "Nggak beres ini, siapa yang suruh! Masalahnya diselesain dulu!," ungkap seorang pria dalam rekaman dengan nada tinggi.

Menanggapi pernyataan tersebut, seorang pria lainnya menegaskan maksud kedatangan mereka yang hampir tengah malam. Seorang pria tersebut berkilah kalau kedatangannya bukan untuk mengintimidasi, tetapi meluruskan permasalahan.

"Kan biar nggak merugikan keluarga ibu di sini," ungkap seorang pria setengah membentak. "Gimana nggak dirugikan, ini aja udah nggak jalan-jalan (kerja)," timpal Kastiri. "Ya sampai selesai (permasalahan), makanya diselesaikan," celoteh pria lainnya.

Lantaran terus didesak, Kastiri terlihat menghubungi seorang teman suaminya. Sembari terus memegang ponsel, ekspresi Kastiri terlihat ketakutan. Terlebih putranya yang terus menerus menunduk memperhatikan ibunya yang sangat gelisah.

"Mang, ini orangnya udah ada di sini nih," ungkap Kastiri kepada teman suaminya yang berbalik menanyakan lokasi pria tersebut. "Ada di rumah, ini orangnya nanyain si Lani (suami Kastiri)," jawab Kastiri lagi.

"Sejak kejadian itu orangnya belum pulang-pulang, udah ditelepon juga belum pulang-pulang," balas Kastiri. "Siapa yang tanya? siapa yang tanya? itu orang yang dari kiriman," ujar Kastiri menjelaskan.

"Sekarang ini lagi ada (Pak) Caca katanya," tambah Kastiri sembari melirik sejumlah pria yang ada dihadapannya.

Baca juga : Kapolresta Cirebon Pastikan Kasus Intimidasi Keluarga Kru PO Bus Luragung Diusut Propam

Tayangan tersebut berakhir tanpa ada kelanjutan. Namun, dalam kolom komentar terlihat sekelompok pria yang mengaku merupakan anggota Kepolisian itu tengah bersantai. Mereka terlihat tengah bersantai menikmati segelas kopi dan rokok di sebuah warung. "Pergerakan semalem," tulis Alvero Rizki Ramadhan. 

Anaknya Trauma

Kastiri (32), warga Kampung Cempeh, Leleam Indramayu, Jawa Barat mengaku trauma membayangkan kejadian yang menimpanya sepekan lalu, tepatnya Senin (23/11/2020). Ibu rumah tangga itu masih dihantui rasa takut yang sangat dalam pasca digeruduk sejumlah pria yang mengaku berasal dari Kepolisian Sektor (Polsek) Gempol. Bahkan, seorang putranya bernisial EVA (8), kini mengalami trauma dan tertutup hingga pasca kejadian itu.

EVA yang biasanya bermain dengan teman-temannya, kini justru memilih untuk berdiam diri di rumah. Putranya merasa takut jika bertemu dengan orang, khususnya pria dewasa pasca kejadian tersebut.

"Sekarang anak saya cuma diam di rumah aja-dia ketakutan, padahal dia biasa itu main sama temen-temennya. Apalagi kalau lihat orang gede (pria dewasa), mungkin gara-gara kejadian itu," ungkap Kastiri saat dihubungi, Kamis (3/12/2020).

Mengenang kejadian tidak menyenangkan hingga membuat trauma putranya itu, Kastiri mengungkapkan awal peristiwanya pada Senin (23/11/2020) malam. Sejumlah pria yang tidak dikenal katanya mengetuk pintu rumahnya dengan keras pada sekira pukul 22.00 WIB. Dirinya yang hendak menidurkan putra semata wayangnya itu pun bergegas bangun dari tempat tidur.

Istri dari kru PO Bus Luragung itu mengaku terkejut dengan kedatangan sejumlah pria di depan rumahnya. Apalagi, sejumlah pria itu mengaku sebagai anggota polisi dari Polsek Gempol.

Tanpa menaruh curiga, Kastiri pun mempersilahkan sejumlah pria tersebut untuk masuk. Namun, seorang pria yang mengaku bernama Rahman Hakim masuk ke dalam rumah, sedangkan sejumlah pria lainnya dilihatnya menyebar ke sekeliling rumah.

"Mereka ngakunya dari Polsek Gempol, dikepung rumah saya, di depan dua (orang), di samping (rumah) satu. Dia (Rahman Hakim) tanya suami saya, saya bilang nggak ada," ungkap Kastiri.

Pertanyaan serupa kembali dilontarkan Rahman Hakim berulang kali. Dirinya pun kembali menyampaikan sang suaminya, Dolf Khaelany sedang tidak ada di rumah. Kastiri juga menegaskan suaminya tengah bekerja ketika itu.

"Yang namanya Pak Rahman mungkin kesal, dia agak keras ngomongnya, 'Saya ke sini baik-baik, tolonglah!'," kenang Kastiri.

Baca juga : Dahana Sebar 3.000 Masker Bantuan Pertamina kepada Warga Subang

"Saya bilang dari awal saya nggak tau. Dia bentak, 'Jangan bilang nggak tau!, tetangga kamu (bilang) katanya Lani tadi sore ada, Jangan bohong!," jelasnya menirukan kalimat Rahman Hakim.

Suara Rahman Hakim yang lantang dan keras, katanya, mengejutkan putranya. Sesaat Rahman membentak, anaknya yang semula terlihat mengamati kedatangan tamu tidak diundang dari jauh itu segera mendekat.

EVA, katanya, segera mendekati dirinya dan berlindung dibelakangnya. "Dia begitu (bentak) di depan anak saya, anak saya ketakutan jadinya," ujar Kastiri lirih.

Tidak puas membentak, Rahman Hakim dan sejumlah pria yang semula mengelilingi rumahnya diungkapkan Kastiri segera masuk. Mereka, katanya, mengaku tidak percaya dengan jawaban yang disampaikannya. Tanpa seizinnya, para pria tersebut kemudian menggeledah ruangan seisi rumah.

Seorang pria, dipaparkan Kastiri, menuju kamar mandi yang terletak di belakang rumah. Sedangkan dua orang lainnya memeriksa dua buah kamar, termasuk kamar tidur miliknya.

"Satu yang ngaku namanya Pak Roby ke belakang masuk kamar mandi, yang satu ke kamar depan, yang satu ke kamar anak saya. Terus lihat ke kolong ranjang," jelasnya.

Kastiri mengaku tidak dapat berbuat banyak ataupun melarang aksi penggeledahan rumahnya ketika itu. Walaupun diketahuinya, kedatangan pria yang mengaku sebagai oknum Kepolisian itu tidak disertai dengan surat tugas. Begitu juga dengan kedatangan mereka yang tidak didampingi oleh Ketua RT ataupun tetangganya.

"Mereka kan ngakunya dari Polsek Gempol, jadinya saya nggak bisa ngelarang. Walau pun mereka nggak bawa surat tugas juga," ungkap Kastiri.

"Kan saya udah kasih tahu suami saya nggak ada, tapi mereka tetap maksa. Malahan mau rampas hp (ponsel) saya, cuma saya nggak kasih," jelasnya.

Atas kejadian tidak menyenangkan tersebut, Kastiri mengaku berencana akan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak Kepolisian. Langkah hukum yang akan diambilnya tersebut, ditegaskan Kastiri, guna meluruskan kabar yang beredar di lingkungan rumahnya. Sebab, sejumlah tetangga kini menilai suaminya sebagai penjahat yang kini dalam buronan Kepolisian.

"Saya udah benar-benar malu, kasian anak-anak. Dia kaget, tanyain di mana ayahnya, saya bilang 'ayah lagi kerja, cari uang untuk kita dek'," ungkap Kastiri.

Baca juga : Demi Jakarta Sehat dan Aman, Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Hunter Covid-19

"Saya mau urusannya selesai, biar tetangga juga tahu masalahnya sebenarnya apa," sambungnya.

"Ini kan sebenarnya masalah sepele, cuma selisih paham suami saya-sesama sopir, tapi kenapa saya yang dibawa-bawa, sampai-sampai anak saya sekarang jadi trauma," keluh Kastiri.

Diusut Propam

Kasus intimidasi terhadap Kastiri (32), memantik perhatian Kapolres Kota Cirebon Kombes M. Syahduddi. Kapolres memastikan, kasus intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah pria dan mengaku berasal dari Polsek Gempol itu akan diusut oleh Propam Polresta Cirebon. Pengusutan dan penyelidikan tersebut untuk mengetahui identitas pelaku, termasuk adanya unsur pidana ataupun pelanggaran kode etik Kepolisian.

"Benar-tidaknya (kasus intimidasi) harus dilakukan penyelidikan," ungkap Kombes M. Syahduddi dihubungi pada Kamis (3/12/2020).

Di samping itu, pihaknya kini tengah melakukan pengumpulan data serta pendalaman secara internal, khususnya evaluasi terhadap anggota Polsek Gempol terkait kasus tersebut.

"Kalau ada akses ke pihak keluarganya, bisa diarahkan lapor ke Propam," ungkap Kombes M. Syahduddi.

"Kita lagi lakukan pendalaman secara internal terkait informasi tersebut," jelasnya. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal