LampuHijau.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai membangun tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang Pasar Blok G Tanah Abang. Rencananya, Pasar Blok G akan dibangun ulang untuk dijadikan kawasan transit (transit oriented development/TOD), perpaduan pasar, hotel, dan rusun.
"Hari ini kita, ground breaking TPS-nya setelah agak tertunda sebenarnya. Dan Tanah Abang Blok G ini salah satu dari kegiatan strategis daerahnya pemerintah yang disalurkan lewat Pasar Jaya," ujar Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, Rabu (24/4/2019).
Menurutnya, TPS itu akan dibangun dalam 8-12 bulan ke depan. Pihaknya akan menyiapkan 504 unit usaha untuk pedagang yang berjualan di Pasar Blok G Tanah Abang sebelumnya. Dengan disediakan TPS, harapnya, revitalisasi Pasar Blok G bisa dilakukan secepatnya.
Baca juga : Warga Kampung Akuarium Panen Timun Suri
"Harapan kita pembangunan TPS ini bisa segera direalisasikan, sehingga pembangunan Pasar Blok G Tanah Abang yang sudah direncanakan lama bisa terlaksana," kata Arief.
Pembangunan TPS ini, lanjut Arief, akan disesuaikan dengan dengan lokasi dan bentuk pasar, sehingga TPS itu akan dibangun pada dua lokasi penampungan. Menurutnya, pembangunan TPS itu diperkirakan akan memakan biaya kurang lebih Rp32 miliar rupiah.
"Karena itu hasil kesepakatan dengan pedagang kita bangun TPS di sisi utara dan sisi selatan pasar, yang dinilai letaknya lebih representatif dibandingkan lahan yang direncanakan sebelumnya. Opsi ini disepakati kedua belah pihak, baik pihak pasar dan pedagang," jelasnya.
Baca juga : Penumpang MRT Pilih Parkir di Kolong Tol, Area Park N Ride Milik Jakpro Sepi
Arief mengatakan, bangunan TPS A akan ada 4 lantai yang terdiri dari lantai 1 sampai lantai 3 masing-masing luas bangunannya 560 meter persegi dan masing lantai ada 109 kios, sehingga totalnya ada 327 kios. Sedangkan, untuk di lantai empatnya bangunan luasan 200 meter persegi saja yang akan digunakan sebagai musala, kantor pasar, dan fasilitas lainnya.
"Sedangkan, untuk di TPS B sendiri TPS dibangun 3 lantai yang luasannya masing- masing 210 meter persegi. Namun bedanya di lantai 1 akan ada 60 kios, lantai 2 ada 58 kios, dan lantai 3 ada 62 kios," rincinya.
Rencananya, ungkap Arief, pembangunan TPS itu akan dilakukan pada tahun lalu yang dibangun di lahan milik KAI (eks bongkar muat yang letaknya di samping pasar). Tapi setelah bersurat tidak ada kata sepakat dengan KAI, sehingga rencana pembangunan TPS di lahan tersebut tidak jadi dilakukan.
Baca juga : ASN Jaktim Diminta Tingkatkan Kinerja
Setelah itu, pihaknya menawarkan opsi penggunaan lahan PT Astana Raharja dan saat itu sudah akan dimulai tahapannya. Akan tetapi, kata Arief, pedagang Pasar Blok G Tanah Abang menilai lokasi lahan tersebut cukup jauh dari tempat mereka berdagang sekarang. Sehingga opsi ini juga tidak berjalan dan dicarikan lokasi lainnya.
"Untuk opsi ketiga adalah di lokasi Pasar Blok F yang letaknya berada di sisi kanan pasar. Akan tetapi opsi ini juga tidak ada kata sepakat dengan pedagang, sehingga dicarikan lagi opsi lainnya," jelasnya.
Pasar Blok G sendiri akan direvitalisasi dengan konsep multiguna antara pasar dan hunian. Nantinya, unit usaha pasar akan diletakkan di paling bawah. Lalu tempat parkir akan diletakkan di atas pasar. Setelah itu, pihaknya akan membangun hotel dan rumah susun di atas tempat parkir tersebut. (ULI)