Biar Gampang Dimengerti, Pedoman Protokol Kesehatan  Dibuat Dalam 77 Bahasa Daerah

Rabu, 2 Desember 2020, 10:39 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M dibuat dalam 77 bahasa daerah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan hal itu agar memudahkan masyarakat untuk lebih paham dan mengerti. "Agar makin mudah dipahami oleh masyarakat antara lain karena bahasa yang terlalu tinggi atau rumit. Tantangan komunikasi dan sosialisasi publik ini harus cepat diatasi," kata Mendikbud Nadiem Makarim, Selasa (1/12). 

Salah satu upaya agar pesan bisa dengan cepat tersampaikan ke masyarakat yakni menggunakan bahasa daerah masing-masing. “Bahasa daerah sebagai bahasa ibu adalah sarana yang dapat mendekatkan pesan secara lebih emosional kepada penuturnya. Harapan saya dengan diterjemahkan ke dalam bahasa ibu, para penutur bahasa dapat merasa lebih dekat dan lebih memahami pedoman itu,” tambah Nadiem. 

Baca juga : Webinar FWJ: Protokol Kesehatan Jadi Kata Kunci Pelaksanaan Pilkada Serentak


Nadiem juga mengapresiasi upaya ini dan diharapkan masyarakat bisa lebih paham dengan bahaya Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di kehidupan sehari-hari.  "Saya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas inisiatif yang diambil oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan tim Satgas Penanganan Covid-19 ini,” kata dia. 


Diketahui, pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M dalam 77 bahasa daerah itu memuat pesan yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Baca juga : Dipasok dari Nusa Kambangan, 6.600 Ekstasi Buat Malam Tahun Baru Gagal Edar

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut bahwa peluncuran pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M dalam 77 bahasa daerah merupakan salah satu strategi yang tepat. Masyarakat, kata Doni, diyakini bisa lebih mudah memahami istilah terkait pandemi Covid-19. “Ini suatu hal yang menurut saya sangat strategis pada saat ini. Karena bahasa daerah adalah salah satu cara kita untuk bisa mempercepat informasi kepada masyarakat,” ujar Doni, Selasa (1/12). 


“Penjelasan tentang Covid-19 ini harus secara sederhana dan mudah, sehingga bisa dengan baik oleh masyarakat,” imbuh Doni.(LHTJ) 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal