LampuHijau.co.id - Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengaku tak setuju bila Satpol PP disebut loyo sehingga TNI bergerak mengambil alih menurunkan baliho Imam Besar FPI yang banyak terpasang di beberapa ruas jalan di Jakarta. Menurut anggota dewan tiga periode itu, selama ini Satpol PP DKI sudah bertindak, namun baliho-baliho tersebut kembali dinaikkan para simpatisan.
Baca juga : Ketua Komisi A DPRD Kota Depok Minta ASN yang Tak Netral Pada Pilkada Ditindak Tegas
“Jangan salahkan Satpol PP. Satpol PP memang penegak Perda, tapi kan sudah dilakukan terus dinaikkan lagi,” kata Mujiyono kepada wartawan kemarin.
Baca juga : Komisi B DPRD DKI Jakarta Tolak Wacana Jalur Sepeda HBKB di Jalan Tol
Mujiyono menjelaskan, langkah Satpol PP tidak ngotot dan memaksakan agar semua baliho dicopot adalah bagian dari usaha mengubah citra. Ia mengaku Satpol PP tidak mau citra baik selama ini kembali tercoreng dengan sikap arogansi dalam menertibkan. “Saya sudah bilang Satpol PP ini brand image-nya sudah terlanjur jelek karena masa lalu. Makanya sekarang dibenahi kualitas SDM (sumber daya . manusia)," bebernya.
Baca juga : Bioskop di Jakarta Boleh Buka, Anak-anak dan Lansia Dilarang Nonton
Namun demikian, pencopotan baliho oleh TNI Mujiyono menganggap suatu langkah yang tepat, akan tetapi ia berharap masalah tersebut tidak dibesar-besarkan. “Kalau ini kan tindakan tegas. Makanya sudah, sama Kodam sama. TNI kan image-nya, masyarakat banyak yang simpati,” ucap politisi Demokrat itu.(DRI)