Dewan Kota Sarankan Material Proyek Saluran Air yang Diragukan Warga Diuji Mutu

Jumat, 20 Nopember 2020, 20:53 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Dewan Kota Jakarta Selatan menanggapi proyek pembangunan saluran air di Jalan Pelita, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang dicurigai warga menggunakan material abal-abal. Supaya dugaan miring tersebut tidak berkepanjangan, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan selaku pengendali proyek, disarankan melakukan uji mutu terhadap matrial U-ditch yang digunakan pihak kontraktor.

“Baiknya dilakukan uji mutu terhadap U-ditch yang dipakai pihak kontraktor. Tentu itu domain Sudin SDA selaku penyedia barang dan jasa,” kata Ketua Dewan Kota Jakarta Selatan Farid Rahman saat dihubungi, Jumat (20/11/2020).

Farid melanjutkan, sepengetahuannya pengadaan material yang dibiayai uang negara harus memiliki standar mutu. Aturan itu diharuskan agar hasil pekerjaan proyek bisa dijamin baik secara kualitas dan kekuatannya.

“Itu saya kira sudah tertuang dalam aturan pengadaan barang dan jasa ya,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, setelah dikeluhkan pengendara, kini proyek yang pembangunan saluran air di Jalan Pelita, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dicurigai warga menggunakan material berkualitas rendah. Tidak adanya merek atau cap pabrikasi pada beton pracetak atau U-ditch, menjadi alasan warga meragukan kualitas proyek saluran air tersebut.

Berita Terkait : InaCO Dorong Kejaksaan Libatkan Lembaga Independen Uji Mutu U-ditch Proyek Saluran Air di Jaksel

“Ini beton U-ditch-nya seperti bukan barang pabrikasi, tapi buatan sendiri. Lazimnya itu (U-ditch) ada merk atau cap pabrik dan standar SNI,” kata Nurjaya, warga RW 010 Kelurahan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Kamis (19/11/2020).

Selain itu, dirinya juga menyebut hasil cetakan U-ditch kondisinya kasar dan pecah-pecah. Namun, bila U-ditch cetakan pabrik, kata dia, kondisinya mulus dan tidak pecah-pecah. “Kuatirnya belum lama digunakan, saluran ini sudah ambrol,” katanya.

Buruknya kualitas U-ditch terlihat di lokasi. U-ditch yang hendak dipasang terlihat memiliki permukaan tidak rata dengan pori-pori beton yang kasar. Selain itu, terdapat sejumlah U-ditch yang bagian ujungnya terlihat pecah.

Besar dugaan U-ditch tersebut dibuat dengan komposisi beton berkualitas rendah, sehingga beton mudah pecah. Pada bagian sudut yang pecag terlihat batang besi yang merupakan rangka U-ditch. Ukurannya terlihat kecil dan tidak berulir.

Besarnya dugaan U-ditch bukan merupakan buatan pabrik sesuai dengan mutu standar yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta itu terlihat dari kondisi U-ditch. Emblem atau merek yang seharusnya tercetak pada kedua sisi bagian dalam U-ditch itu justru tidak ditemukan. U-ditch yang terpasang di sepanjang lokasi terlihat polos tanpa cap pabrik.

Berita Terkait : Kejari Jaksel Telisik Proyek Saluran Air yang Dicurigai Warga Gunakan Material Abal-abal

Salah satu pekerja pembangunan saluran air, Puji mengakui tidak mengetahui standar spesifikasi U-ditch yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta. Begitu juga dengan pabrikasi U-ditch. Dirinya mengaku hanya ditugaskan untuk memasang U-ditch oleh pihak kontraktor sepanjang 400 meter di lokasi.

“Saya nggak tahu itu aturannya gimana, yang saya tahu itu U-ditch asalnya dari Tangerang Selatan. Saya juga cuma disuruh pasang U-ditch ini aja,” ungkapnya ditemui di lokasi pada Rabu (18/11/2020).

Oleh karena itu, dirinya mengaku hanya mengerjakan tugas sesuai dengan instruksi pihak kontraktor. Mengenai adanya dugaan kelalaian atas penggunaan material tidak sesuai spesifikasi, Puji mengaku menyerahkan seluruh pengawasan kepada Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan. Hanya saja, sejak proyek dimulai hingga hampir rampung, dirinya belum pernah melihat kedatangan petugas Pemkot Jakarta Selatan.

"Ini kan proyek Pemda, kalo ada kesalahan kan juga harusnya yang negor orang Pemda. Tapi ini dari awal sampai sekarang sama sekali nggak ada orang Pemda dateng-ngawasin,” jelasnya.

"Makanya ya, kita jalan terus aja pasang material ini semua, targetnya minggu depan selesai, U-ditch udah kepasang semua,” tambahnya.

Berita Terkait : Tak Bermerek dan Bopeng-bopeng, Proyek Saluran Air Dicurigai Gunakan Material Abal-abal

Saat dihubungi, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Mustajab mengakui pembangunan saluran air tersebut merupakan proyek SDA Jakarta Selatan. Namun, pengawasan proyek diserahkan kepada pihak konsultan.

“Pengendali SDA, pengawas konsultan,” kata dia singkat. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal