LampuHijau.co.id - Proyek pembangunan saluran air di Jalan Pelita, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyisakan masalah. Setelah dikeluhkan pengendara, kini proyek yang digarap Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan itu dicurigai menggunakan material bermutu rendah alias material abal-abal.
Tidak adanya merek atau cap pabrikasi pada beton pracetak jenis U-ditch, menjadi alasan warga meragukan kualitas proyek saluran air tersebut.
“Ini beton U-ditch-nya seperti bukan barang pabrikasi, tapi buatan sendiri. Lazimnya itu (U-ditch) ada merk atau cap pabrik dan standar SNI,” kata Nurjaya, warga RW 010 Kelurahan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Kamis (19/11/2020).
Selain itu, dirinya juga menyebut hasil cetakan U-ditch kondisinya kasar dan bopeng-bepong. Namun, bila U-ditch cetakan pabrik, kata dia, kondisinya mulus dan tidak pecah-pecah.
Baca juga : Masyarakat Diminta Jalani 3M untuk Terus Turunkan Angka Kematian Akibat Covid-19
“Makanya saya curiga ini U-ditch abal-abal. Kuatirnya belum lama digunakan, saluran ini sudah ambrol,” katanya.
Buruknya kualitas U-ditch terlihat di lokasi. Pengamatan wartawan, U-ditch yang hendak dipasang terlihat memiliki permukaan tidak rata dengan pori-pori beton yang kasar. Selain itu, terdapat sejumlah U-ditch yang bagian ujungnya terlihat pecah.
Besar dugaan U-ditch tersebut dibuat dengan komposisi beton berkualitas rendah, sehingga beton mudah pecah. Pada bagian sudut yang pecah terlihat batang besi yang merupakan rangka U-ditch. Ukurannya terlihat kecil dan tidak berulir.
Besarnya dugaan U-ditch bukan merupakan buatan pabrik sesuai dengan mutu standar yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta itu terlihat dari kondisi U-ditch. Emblem atau merek yang seharusnya tercetak pada kedua sisi bagian dalam U-ditch itu justru tidak ditemukan. U-ditch yang terpasang di sepanjang lokasi terlihat polos tanpa cap pabrik.
Baca juga : Jabat Kapolda Jatim, Nico Afinta Pulang ke Tanah Kelahiran
Salah satu pekerja proyek saluran air bernama Puji, mengakui tidak mengetahui standar spesifikasi U-ditch yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta. Begitu juga dengan pabrikasi U-ditch. Dirinya mengaku hanya ditugaskan untuk memasang U-ditch oleh pihak kontraktor sepanjang 400 meter di lokasi.
“Saya nggak tahu itu aturannya gimana, yang saya tahu itu U-ditch asalnya dari Tangerang Selatan. Saya juga cuma disuruh pasang U-ditch ini aja,” ungkapnya ditemui di lokasi pada Rabu (18/11/2020).
Oleh karena itu, dirinya mengaku hanya mengerjakan tugas sesuai dengan instruksi pihak kontraktor. Mengenai adanya dugaan kelalaian atas penggunaan material tidak sesuai spesifikasi, Puji mengaku menyerahkan seluruh pengawasan kepada Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan. Hanya saja, sejak proyek dimulai hingga hampir rampung, dirinya belum pernah melihat kedatangan petugas Pemkot Jakarta Selatan.
“Ini kan proyek Pemda, kalo ada kesalahan kan juga harusnya yang negor orang Pemda. Tapi ini dari awal sampai sekarang sama sekali nggak ada orang Pemda dateng-ngawasin,” jelasnya.
Baca juga : Kerumunan Massa di Jakarta dan Pendaftaran Cawalkot Solo Hal yang Berbeda
“Makanya ya, kita jalan terus aja pasang material ini semua, targetnya minggu depan selesai, U-ditch udah kepasang semua,” tambahnya.
Saat dihubungi, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Mustajab mengakui, pembangunan saluran air tersebut merupakan proyek SDA Jakarta Selatan. Namun, pengawasan proyek diserahkan kepada pihak konsultan. “Pengendali SDA, pengawas konsultan,” kata dia singkat. (RBN)