Tokoh Pemuda Jakbar Minta Pemerintah dan Polri Tindak Tegas Pelanggar Prokes

Selasa, 17 Nopember 2020, 08:19 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sekelompok massa yang menamakan Aliansi Masyarakat Jakarta Barat, menggelar demo di depan Polres Metro Jakarta Barat pada Senin (16/11). 

Massa tersebut mendesak kepolisian untuk menindak tegas terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Pantauan di lokasi, salah seorang koordinator lapangan berorasi di depan Polres Metro Jakarta Barat. Ia menyampaikan, pihaknya mendukung kepolisian dalam menindak tegas para pelanggar prokes.

Disamping itu, pendemo juga mendesak agar kepolisian di tiap wilayah DKI Jakarta harus bersikap tegas apabila ada massa yang melakukan kerumunan.

“Selain itu kami mendukung, tidak ada sekat antara (kepolisian) perwilayah Jakarta Barat, Utara, Pusat dan Selatan," ucapnya.

Baca juga : Ketua DPD RI LaNyalla Minta Pemda Lebih Sigap Tegakan Protokol Kesehatan

Sementara, Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan pihaknya menerima massa demo yang mendesak kepolisian dalam menindak tegas bagi pelanggar prokes Covid-19.

Audie mengaku tidak mengetahui bahwa akan ada massa yang datang beramai-ramai menggerudug Kantor Polres Metro Jakarta Barat. Namun pihaknya menerima perwakilan dari massa demo, untuk melakukan audiensi.

“Saya juga baru tahu dan menerima perwakilannya,” ujarnya. Ia menyampaikan, ada sekitar 300 orang yang menamakan dirinya aliansi masyarakat Jakarta Barat, mandatangi Makopolres Jakarta Barat.

Mereka berkumpul menyampaikan dukungan Polri untuk menindak tegas para pelanggar prokes Covid-19. “Mereka menyatakan prihatin dengan adanya pelanggaran yang bisa berpengaruh kepada makin tingginya angka penularan Covid-19,” ujarnya.

Audie sempat heran terhadap massa yang mendukung kepolisian dalam bertindak tegas terhadap para pelanggar prokes. Namun disisi lain, massa yang datang justru malah melakukan kerumunan, sehingga ia pun mengimbau kepada massa untuk segera membubarkan diri.

Baca juga : Mahasiswa Diminta Bantu TNI - Polri Tegakan Protokol Kesehatan

“Karena saya melihat massa berkerumum sehingga saya harus turun untuk membubarkan mereka. Kalo enggak kan sama saja akan memunculkan klaster baru lagi,” tegasnya.

Audie menegaskan massa tidak menyebut terkait kerumunan yang sempat terjadi di Bandara Soekarno Hatta dan Petamburan, Jakarta Pusat dalam penyambutan kepulangan Habib Rizieq Shihab.

“Mungkin itu salah satu ide mereka tapi yang perlu dipastikan Petamburan itu bukan wilayah Jakarta Barat, melainkan Wilayah Jakarta Pusat. Jadi kalo itu salah satu ide mereka untuk melakukan aksi ini, saya tidak tahu," bebernya.

Audie menyebut, rasa peduli yang masyarakat lakukan untuk mencegah penularan Covid-19 adalah sebuah aksi kemanusiaan. “Apapun itu kelompoknya, ormasnya, tapi yang jelas mereka menunjukan rasa peduli mereka karena tindakan untuk mencegah penularan Covid-19 itu adalah aksi kemanusiaan.” ujarnya.

Disisi lain, Tokoh Pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz ditengah kesibukannya menyebut sudah sepatutnya masyarakat mendapatkan perlindungan penanganan Covid-19 dari pemerintah dalam hal ini gugus tugas yang sudah diamanahkan.

Baca juga : Mencegah Covid-19, Personel Polres Indramayu agar Selalu Patuh Prokes

"Tidak hanya Gugus Tugas, sudah seharusnya juga Polri menjalankan undang-undang yang sudah di atur di dalam kehidupan bernegara ini," kata Umar.

Menurut Umar, baik pemerintah maupun Polri tidak boleh memandang bulu dalam hal penanganan Covid-19 yang hingga sampai saat ini masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

"Tidak boleh memandang bulu, entah itu kaum priayi, kaum menengah ke atas atau ke bawah. Bila terbukti melanggar aturan tentang Covid-19, maka dalam hal ini baik pemerintah maupun Polri harus bertindak tegas," tutupnya. (DRS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal