Izin Reuni 212 di Monas Masih Dikaji Pemprov DKI, Anies Masih Bungkam, Ariza Sudah Menolak

Selasa, 17 Nopember 2020, 00:40 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana kembali menggelar reuni akbar pada 2 Desember 2020. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum mau memberikan tanggapannya.  Sebab, menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, Pemprov DKI Jakarta masih mengkaji kegiatan tersebut. "Nanti kita akan sampaikan sendiri," kata Anies kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (16/11). 

Sehari sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza menegaskan, kegiatan apapun di Monas masih dilarang. "Perlu diketahui kalau tempatnya di Monas belum dimungkinkan. Karena Monas termasuk tempat atau unit kegiatan yang memang belum dibuka," kata Riza Patria di kawasan TMP Kalibata, Jaksel, Minggu (15/11).

Alasan lainnya adalah masih ada larangan mengumpulkan massa atau banyak orang. "Dan juga kegiatan-kegiatan yang menghadirkan jumlah banyak dan menimbulkan kerumunan, tentu kami tak perkenankan," ucapnya.

Berita Terkait : Reuni 212 Bisa Jadi Dapat Ijin Pemprov DKI 

Riza Patria menjelaskan, hingga kini Pemprov DKI belum menerima pengajuan izin reuni 212. "Kegiatan reuni 212 sampai hari ini, kami belum menerima surat atau ajuan atau proposal," ucapnya.

Wakil ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani  tidak mempermasalahkan kegiatan yang menurutnya sangat baik tersebut. Kendati begitu, Zita mengingatkan agar dalam pelaksanaannya, acara yang rutin digelar tiap tahun itu tetap mengedepankan protokol kesehatan mengingat hingga hari ini pandemi Covid-19 masih mewabah di Ibukota. "Dari pada demo, lebih baik acara keagamaan. Saya dukung," ungkap Zita kepada wartawan kemarin. 

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, resiko terhadap penularan virus corona sudah menjadi tanggungjawab dari masing-masing individu. Melalui acara keagamaan ini, selain menambahkan keimanan, Zita juga meyakini dapat menaikan imunitas.Terlebih lagi, gelaran acara seperti ini juga biasanya dimanfaatkan warga untuk berjualan sehingga turut membangkitkan roda perekonomian masyarakat. "Jadi menurut saya, acara keagamaan itu baik, selama warga percaya itu bisa menaikan imunitas mereka ya sok monggo dibiarkan saja," tutup Zita Anjani

Berita Terkait : Dua Pejabat Diduga Terpapar Covid-19, Gubernur Anies Perintahkan Gedung Blok G Balaikota Tutup 3 Hari

Sebelumnya, Ketua PA 212 Slamet Maarif mengungkapkan masih menunggu keputusan Habib Rizieq Syihab terkait gelaran reuni 212 pada Desember mendatang. Namun, Slamet membocorkan pihaknya telah mengirimkan surat izin ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk reuni itu sejak tiga bulan yang lalu. "Oh iya itu agenda reuni masih kita bahas ya, apakah kita akan laksanakan seperti biasa tahun-tahun yang lalu atau ada perubahan, kita nunggu setelah beliau istirahat beberapa hari nanti, baru kita bicarakan, yang jelas surat kepada Monas dan Pemda DKI sudah kita layangkan 3 bulan yang lalu untuk permohonan acara reuni 212," kata Slamet beberapa waktu lalu.

Slamet menyebut pihaknya akan mengumumkan dalam waktu dekat ini terkait format reuni 212 di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). PA 212 akan turut menggandeng Pemprov DKI untuk membicarakan perkembangan COVID-19. "Termasuk hari ini jadi evaluasi kita bersama untuk 212 karena luar biasa sambutan umat yang turun menyambut imam besar kita," imbuhnya.

Slamet meyakini momen reuni 212 merupakan anugerah dari Allah SWT yang wajib disyukuri. Dimana dalam reuni itu, sebut Slamet, ada momentum tali pesaudaraan dan kedamaian yang terkumpul dalam satu tempat. "Momen 212 tuh anugerah besar dari Allah yang wajib kita syukuri dan wajib kita pelihara bahwa ada satu hari di mana Allah kumpulkan umat manusia Islam Indonesia penuh persaudaraan, penuh kedamaian, penuh toleransi, itu wajib kita syukuri tiap tahun kita adakan reuni. Hanya memang mungkin tahun ini bentuknya akan sedikit berubah," katanya.(DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal