LampuHijau.co.id - Lembaga kemanusiaan Indonesia Care sangat peduli pada warga terdampak pandemi Covid-19. Berkali-kali bantuan dikirimkan seperti paket sembako hingga masker.
Memang tak dipungkiri, kondisi saat ini mengakibatkan perekonomian hampir setiap keluarga di Tanah Air mengalami krisis. Namun, kita tak boleh menyerah dengan keadaan.
Melihat kondisi ini, Indonesia Care menggagas kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sejumlah program berkelanjutan. Hal ini seperti disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis Kurniawan kepada wartawan, usai peresmian kawasan peternakan Budi daya ikan hias neon tetra di wilayah Sawangan, Depok, Minggu (15/11/2020).
Lanjutnya, budidaya ini akan banyak menyerap tenaga kerja, karena memang pengawasan untuk ratusan ribu ikan ini membutuhkan perhatian dan kejelian dari petugas yang merawatnya, juga dapat menyerap banyak tenaga kerja. Lebih dari itu, lanjut Azis, pihaknya juga berupaya merangkul pekerja yang kena PHK, yang usahanya kolaps untuk bergabung menjadi plasma-plasma budidaya ini.
Baca juga : Terjadi PHK Karena Covid-19, Jupiter Minta Bapenda Beri Keringanan Pajak

"Karena budidaya neon Tetra tersebut terbukti hingga hari ini tak terdampak Covid 19," ujarnya dalam rilis yang diterima awak media, Senin (16/11/2020) siang.
Diungkapkannya, pasar lokal dan global masih kekurangan kebutuhan ikan mungil asal Sungai Amazon tersebut. "Karenanya melalui program budidaya ikan ini, kami mengajak setiap orang menjadi enterpreneur dengan cara ikut membudidayakannya," harap dia.
Biasanya kendala orang membudidayakan sesuatu, lanjut mantan jurnalis itu, adalah penyerapan pasarnya. "Nah, Indonesia CARE siap menyerapnya berapapun ikan neon Tetra yang ada di peternak plasma kami. Selain itu, kita juga siap mengedukasi masyakarat," imbuhnya.
Baca juga : Bisnisnya Terdampak Covid-19, Kiki Amalia Tetap Utamakan Karyawan
Budidaya neon Tetra ini menurut Lukman, salah satu dari beberapa program pemberdayaan yang sedang dijalankan oleh lembaga kemanusiaan dan lingkungan Indonesia CARE. "Selain mengangkat ekonomi masyarakat, kami berharap ke depan lembaga civil society seperti kita tak lagi mengandalkan persentase dari donasi umat untuk menjalankan operasional lembaga," ujarnya.
Indonesia Care mencoba merintis usaha di hulu agar hasilnya bisa untuk membantu operasional dan bantuan perdana bagi kerja-kerja kemanusiaan, sebelum ada dukungan donasi masyarakat.
Ditambahkan Direktur Pengembangan Bisnis Indonesia CARE Corporation Agung Harimurti, bisnis ini masih kekurangan ratusan juta ekor setiap bulannya. "Kebutuhan pasar internasional minimal 1 miliar ikan per bulan. Suplai kita masih sangat jauh dari harapan sampai saat ini," imbuhnya.
Selain budidaya neon Tetra, lanjut Agung, pihaknya tengah menguji coba membuat dan memasarkan produk-produk kebutuhan rumah tangga yang rutin digunakan sebagai pilihan alternatif bagi masyarakat di tengah banjirnya produk asing.
Baca juga : Bantu Warga Terdampak Covid-19, Sarana Jaya Salurkan Donasi ke PMI DKI Jakarta
"Kita sering dengar kata noiot produk asing A atau B, tapi kita ngga diberikan alternatif penggantinya. Nah, produk yang kami produksi ini selain terbuat dari bahan-bahan alami yang banyak ditemukan di alam Indonesia, namun juga dimiliki dan dikembangkan oleh anak bangsa sendiri," imbuhnya.
Dalam budidaya peternakan dan pertanian, lanjut Agung, pihaknya juga merintis budidaya kalkun, pertanian shorgum, dan lain-lain. "Insya Allah, bila di usia tiga bulan saja Indonesia Care sudah sukses memulai bisnis budidaya ini, kita berharap dalam satu tahun diyakini lembaga ini akan melesat aksinya dalam upaya membantu sesama yg mengalami bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial seperti kemiskinan dan kebodohan," tandasnya. (YUD)