LampuHijau.co.id - Kendati di tengah pandemi Covid-19 yang belum berujung, PT Prima Artha Utama (PAU) justru terus mengembangkan sayap usahanya. Bahkan, Gedung Parma milik PT PAU pun diresmikan.
Ya, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor, PT PAU tidak hanya merambah ke berbagai daerah. Tetapi juga menuntaskan rencana membangun kantor barunya, Gedung PARMA di bilangan Cakung Timur, Jakarta Timur.
Gedung 6 lantai nan megah tersebut telah usai dibangun dan diresmikan pada Jumat, 6 November 2020. Tampak hadir sejumlah pimpinan PT PAU, pemerintah setempat, dan mitra kerja dalam acara peresmian yang berlangsung sederhana tersebut.
Baca juga : Dahana Berikan Bantuan dan Apresiasi Penggerak CSR
"Dengan menempati gedung baru ini, kami berharap kinerja perusahaan ini akan semakin baik lagi," ungkap Direktur Utama PT PAU Bernard Santony dalam sambutannya.
Dalam rilisnya, Jumat (13/11/2020), Bernard mengatakan, pihaknya sangat bersyukur di masa pandemi ini, di saat banyak perusahaan mengalami penurunan bisnis, justru pihaknya terus berkembang. "Semua tak lepas dari kerja keras jajaran pimpinan dan karyawan PT PAU. Lebih bersyukur lagi, saat ini kita bisa meresmikan gedung baru yang telah usai dibangun," ujar Bernard lagi.
Pria yang dikenal low profile dan dekat dengan karyawannya ini menambahkan, ada banyak tantangan yang dihadapi terkait pembangunan gedung ini, namun semuanya akan terselesaikan. "Tantangan itu justru harus membuat kita semakin berkembang dan maju. Kita tidak boleh menyerah dengan tantangan, tapi harus menjawabnya dengan kerja keras dan keyakinan," tambahnya.
Baca juga : Di Tengah Pandemi, Sarana Jaya Salurkan Paket Sembako Bagi Tuna Netra
Sementara, Iwan Humas PT PAU mengakui banyak tantangan yang dihadapi, utamanya terkait lahan. "Sebelum membeli, kami sudah mengecek ke BPN. Hasilnya tidak ada masalah, karena semua syarat-syarat jual beli lahan sudah melalui proses check dan recheck di Kantor BPN Jakarta Timur. Kemudian sudah dibalik nama atas nama PT Prima Artha Utama. Proses tersebut sah dan terdaftar di dalam buku tanah Kantor BPN Jakarta Timur.
Kalaupun sempat muncul persoalan akhir-akhir ini, kami ingin menyelesaikan secara baik-baik. Kita duduk bersama untuk membicarakan bila ada hal-hal yang mungkin belum pas," serunya.
Terkait persoalan yang masih membelit, Bernard menegaskan, pihaknya siap duduk bersama membicarakan dan mencari solusi terbaik. Kalau pun saat ini tengah berproses di pengadilan, pihaknya menyerahkan kepada para penegak hukum. Bernard menegaskan, perlahan beberapa lantai sudah digunakan untuk aktivitas perkantoran.
Baca juga : Cegah Penyebaran Corona, DAHANA Beri Bantuan Rapid Test Kit ke Polri
"Kita berharap tidak lama lagi, semua sudah full berkantor di sini," tukasnya. (AGS)