Warga Sudah Patuh 3M, Penularan Covid Lambat, Kok PSBB Transisi DKI Lanjut

Minggu, 8 Nopember 2020, 23:22 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Lagi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi diperpanjang oleh Pemprov DKI Jakarta. Mulai dari 9 sampai 22 November 2020. Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa perpanjangan ini dilakukan agar angka penyebaran virus dapat dikendalikan. Perpanjangan PSBB Transisi itu ini terncatum dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1100 Tahun 2020. PSBB Transisi dilanjutkan agar wabah bisa lebih dikendalikan meskipun sudah mulai kondusif.

"Berdasarkan data-data epidemiologis selama penerapan PSBB Transisi kali ini, kondisi wabah Covid-19 DKI Jakarta lebih terkendali dan menuju kategori aman. Namun kita harus waspada, jangan sampai karena melihat kondisi penularan melambat lalu jadi tidak disiplin. Ingat, masih terjadi penularan meskipun melambat. Jadi, harus tetap disiplin protokol kesehatan khususnya 3M,” ungkap Gubernur Anies, Minggu (8/11).

Baca juga : Jumlah Penambahan Kasus Positif Covid-19 Tertinggi, PSBB Transisi di Jakarta Gagal

Angka kasus positif Covid menurun signifikan selama masa PSBB Transisi, yakni dari 12.481 pada 24 Oktober dan 8.026 pada 7 November. Begitu juga dengan tingkat kesembuhan yang semakin membaik, pada 7 November tercatat angka sembuh menjadi 90,7 persen, sedangkan pada setiap dua pekan sebelumnya berada di angka 78,9 persen (26/9), 82,3 persen (10/10) dan 85,4 persen (24/10).

Di sisi lain, tingkat kematian juga cenderung stabil di angka 2,1 persen pada 7 November dan 24 Oktober 2020. Angka tingkat kematian tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan dua pekan sebelumnya yaitu 2,4 persen (26/9) dan 2,2 persen (10/10). Jumlah laporan akumulatif kasus terkonfirmasi positif juga menunjukkan tren pelambatan kenaikan setiap dua pekannya. Pada 7 November kasus konfirmasi positif di Jakarta berjumlah 111.201 atau meningkat 9,87 persen dibandingkan laporan dua pekan sebelumnya 100.220 (24/10).

Baca juga : Cegah Penyebaran Covid-19, Dave Sumbang Ratusan Alat Cuci Tangan

Angka tersebut turun jika dilihat pada perubahan data kasus positif 70.184 (26/9) dan 85.617 (10/10) yang meningkat 18,03 persen. maupun perubahan data kasus positif 85.617 (10/10) dan 100.220 (24/10) meningkat 14,57 persen. “Artinya, penularan masih ada di Jakarta namun melambat setiap dua pekan terakhir selama PSBB Transisi ini,” ungkapnya.

Kasus positif Covid-19 di Jakarta pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi kedua yang diperpanjang sejak 26 Oktober hingga 8 November berada di angka rata rata rata 600-700 kasus per hari. Angka tersebut jauh lebih rendah ketimbang diberlakukannya PSBB ketat pada September lalu yang rata rata kasus mencapai 1.000 per hari. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan meski masa PSBB Transisi diperpanjang namun ada sejumlah kegiatan yang dilonggarkan. Salah satunya resepsi pernikahan.

Baca juga : Corona Tetap Meningkat, Jakarta Perpanjang PSBB Transisi Hingga 30 Juli

Ariza menjelaskan, menurutnya kasus positif Covid-19 di Jakarta itu akibat masyarakat mulai terbiasa displin dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Untuk itu, pada perpanjangan PSBB transisi nanti, resepsi pernikahan akan dibuka dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Diketahui sebelumnya, pada masa PSBB transisi yang diberlakikan sejak 11 Oktober lalu, sejumlah kegiatan mulai dilonggarkan dengan kapasitas terbatas dan protokol kesehatan Covid-19. Di antaranya yaitu, tempat wisata, bioskop, restoran, tempat olahraga dan live musik.(LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal