Begal Marak, Jalur Masih Kurang, Gubernur Anies Ngimpi  Sepeda Jadi Alat Transport 

Jumat, 6 Nopember 2020, 15:14 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Selama ini sepeda dipandang sebagai alat olahraga. Gubernur DKI Jakarta ingin mengubah pandangan tersebut. Sepeda harus dipandang sebagai alat transportasi. Karena itu Pemprov DKI Jakarta terus mempersiapkan infrastrukturnya. Namun di tengah keinginan itu, masih ada kendala jalur kurang juga begal sepeda yang marak. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun jalur sepeda sepanjang 500 kilometer. Rencana ini guna mendorong warga Jakarta beralih menggunakan sepeda yang merupakan alat transportasi ramah lingkungan. "Selama ini mayoritas memandang sepeda sebagai alat olahraga, sport, harus diubah jadi transport. Nah, ini yang sedang kita kerjakan, dengan adanya infrastruktur itu, harapannya pengemudi sepeda merasa lebih nyaman kalau ada di jalan menggunakan sepeda-sepeda transport," ungkap Anies

Rencananya Pemprov DKi Jakarta akan membangun sampai 500 kilometer jalur sepeda di Jakarta. Saat ini sudah terbangun jalur sepeda sejauh 63 kilometer. "Dalam beberapa bulan ini, yang menggunakan sepeda di hari kerja di sekitar Sudirman-Thamrin dihitung oleh Dishub mengalami lonjakan 10 kali lipat," kata Anies. "Artinya kami sudah mulai menyaksikan orang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi."

Baca juga : Penjual Nasi Goreng Mirip Gubernur Anies Baswedan

Sekretaris Fraksi PAN DKI Jakarta, Oman Rohman Rakinda mendukung rencana itu. Sebab kontur Jakarta yang landau memang cocok untuk tarnsportasi sepeda. Meski demikian dirinya menyinggung soal keamanan pesepeda dimana belakangan ini begal sedang marak. "Baiknya ada optimalisasi pengamanan, CCTV ditambah, dan mungkin tambah personil. Kewaspadaan dari pengguna juga perlu. Mungkin sebaiknya bersepeda bersama-sama komunitas," ucapnya.

Masyarakat harus saling menjaga agar begal tidak memiliki kesempatan. Selain itu, patroli petugas juga harus ditingkatkan. "Harus ada kepedulian sesama pengguna jalan, juga pejalan kaki. Lebih bagus kalau ada rutin patroli polisi, dan Satpol PP," kata Oman.

Baca juga : Bareng BPBUMD dan Direksi, Sarana Jaya Ramaikan Gowes Sepeda di Ancol

Selain itu, perlu beberapa penambahan infrastruktur untuk pesepeda. Sehingga, pesepeda bisa merasa lebih aman bertransportasi di Jakarta. "Perlu tambah jalur sepeda, tempat parkir sepeda yang aman dan nyaman. Dishub segera bergerak, terutama untuk menyambung jalur moda transportasi umum seperti MRT, LRT, Commuter Line ke pusat perkantoran dan pusat-pusat bisnis. Bike sharing perlu terus diperbanyak titiknya," katanya.

Gerindra DKI Jakarta juga mengatakan hal serupa. Jalur sepeda masih belum cukup. “Contoh yang ada di Jaksel (Jakarta Selatan) dan Pusat. Jaktim (Jakarta Timur) cuma Rawamangun. Itu pun masih berbenturan dengan motor dan mobil yang masih berhenti di jalur sepeda itu," kata Wakil Sekretaris Fraksi Gerindara, Adi Kurnia Setiadi.

Baca juga : Lurah Amadeo Ajak Warga Gunakan Sepeda Sebagai Alat Transportasi

Setelah dibangun jalur sepanjang 63 km di tahun 2019, Anies sempat mentargetkan jalur sepeda pada 2020 menjadi 200 km. Namun, belum ada kelanjutan proyek tersebut karena adanya pandemi virus Corona (COVID-19) sejak Maret. Selain itu, jalur sepeda pun masih sering dilanggar oleh pengendara lain. Kejadian itu membuat pesepeda tidak nyaman saat berkendara. "Kita tahu jalur sepeda sudah dibuat, tapi kesadaran masyarakat juga perlu ditumbuh aggari tidak dipakai kendaraan roda dua. Bila perlu, ada petugas yang benar-benar jalankan sanksi," ujarnya.
Meski masih ada kekurangan, Adi mendukung keinginan dari Gubernur Anies. "Saya lihat, komunitas sepeda banyak. Antusias masyarakat bersepeda ini meningkat. Selain praktis juga murah, dan kami dorong agar masyarakat membudayakan bersepeda," kata Adi.(LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal