LampuHijau.co.id - Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19. Kebijakan new normal pun muncul dan masyarakat diminta untuk mentaati guna memutus peredaran virus Covid-19. Sejumlah lembaga pemerintahan mengeluarkan program untuk mendukung aktifitas di era baru dalam menghadapi pandemi.
Seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum lama ini meluncurkan Program Mengajar dari Rumah, suatu gerakan sukarela (voluntary) yang diikuti mahasiswa seluruh Indonesia untuk meringankan beban orangtua dan guru dengan cara mengajar peserta didik jenjang PAUD/TK, SD/MI, dan SMP/MTs di lingkungan masing-masing.
Program tersebut diluncurkan secara virtual oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, pada Jumat (16/10), guna mempermudah kegiatan belajar mengajar di rumah selama masa pandemi Covid-19.
Baca juga : Siap Siaga Prajurit Kolinlamil Menghadapi Wabah Covid-19
Para mahasiswa terjun langsung mengajar di lingkungan terkecil mereka, dimulai dari RT/RW, kampung, dan desa. Lokasi kegiatan bisa di rumah atau tempat strategis lainnya, dengan jumlah peserta yang terbatas agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
Mahasiswa membawa misi perubahan perilaku untuk menekan penyebaran COVID-19 di tengah masyarakat, khususnya Perilaku sederhana 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).
Baca juga : Media Massa Sangat Berperan dalam Penurunan Penyebaran Covid-19
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas TPC-19), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, “Perubahan perilaku sangat penting. September lalu, BPS menemukan 17% warga Indonesia merasa tidak mungkin terpapar COVID-19, ini angka tinggi sekali. Kalau kita tidak sosialisasi perubahan perilaku, makin banyak yang tidak patuh protokol kesehatan, dan bisa makin banyak yang terpapar COVID-19. Ini fatal. Maka, edukasi perubahan perilaku initanggungjawab kita semua,” tutur Doni.
“Kita semua, termasuk kalian mahasiswa relawan, harus menjelaskan pada masyarakat, bahwa COVID-19 nyata, bukan rekayasa, bukan konspirasi. Secara global, Korban jiwa sudah 1 juta orang dan yang terpapar 37 juta orang. Di Indonesia, sudah 360 ribu orang lebih terpapar, dan saudara-saudara kita yang wafat sudah mencapai 12 ribu orang. Ini angka yang besar. Walaupun yang sembuh juga makin banyak. hampir 275 ribu orang,” Doni mengingatkan.
Baca juga : Menteri Kesehatan Tegaskan Pers Adalah Pahlawan di Tengah Pandemi Covid-19
“Selamat berjuang, kalian yang melayani masyarakat ini adalah termasuk pahlawan-pahlawan kemanusiaan,” tutup Doni. (Bit)