Peringati 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf

Ribuan Mahasiswa Demo Tolak UU Omni Bus Law, 33 Remaja Diduga Pingin Bikin Rusuh Diamankan

Selasa, 20 Oktober 2020, 21:13 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Selasa 20 Oktober 2020 sekitar pukul 15.00 WIB aparat gabungan TNI Polri mulai membuat dua barikade pengamanan di patung Arjuna Wiwaha (Patung Kuda), Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat. Petugas gabungan menghalau ribuan pendemo dari Aliansi BEM SI yang hendak menuju titik aksi unjuk rasa di depan Istana Presiden. 

Belakangan diketahui, sebanyak 33 orang sudah diamankan Polda Metro Jaya. Mereka diduga hendak melakukan kerusuhan. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana membenarkan adanya penangkapan terhadap para remaja itu. Sampai saat ini, petugas mengamankan sekitar 33 orang. "Ini kami amankan bukan kami tangkap. Mereka diamankan dari sekitar Istana saja," terangnya.

33 orang yang ditangkap, sambungnya, sampai saat ini untuk keterlibatan para pelajar ataupun kelompok anarko tapi tidak sebesar beberapa hari sebelumnya. "Masih proses pemeriksaan," ujarnya.

Baca juga : Rumah DP 0 Rupiah Diminati Warga, Yoory: Penjualan Sudah Capai 57 Persen

Dikatakan Kapolda, isu aksi hari ini diangkat satu tahun pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden. “Alhamdulilah bahwa sampai saat ini aksi unras berjalan tertib. Kami dari petugas yakni TNI dan Polri melayani, kawal dan amankan aksi unras ini. Jumlah perkuatan kami sekira 10 ribuan. Artinya kami amankan di Istana, DPR RI, HI hingga sentra-sentra ekonomi. Kita antisipasi jangan sampai aksi didompleng atau ditumpangi kelompok-kelompok aanti kemapanan," ungkapnya di hadapan para pendemo di Patung Kuda, Gambir. 

Nana menyebut pihaknya mempersiapkan pasukan gabungan TNI Polri sebanyak 6.000 personil. Meski begitu, pihak TNI Polri tetap membuka ruang negosiasi kepada para perwakilan mahasiswa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Saat ini aturan ada selama aksi hanya di sekitar Patung Kuda. Untuk masalah mereka bertemu dengan pihak Istana sedang kami sampaikan. Akan kami mediasi dengan pihak KSP," tegasnya. 

Baca juga : Nih, 18 Pejabat yang Lulus Seleksi Calon Sekda DKI

Nana berharap aksi untuk tersebut berjalan dengan damai. "Yang penting kan aturannya sudah ada di Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 dalam hal penyampaian pendapat di muka umum bagaimana supaya pesan itu sampai. Kalau untuk mediasi akan kami sampaikan ke pihak KSP," paparnya. 

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menambahkan, pihaknya melihat demo ini aksi damai mahasiswa biasa jadi tidak ada yang anarkis. "Jadi menyampaikan aspirasi saja, nanti kita tampung, kita sampaikan," pungkasnya. 

Massa dari mahasiswa pun membubarkan diri sekitar pukul 16.30 WIB. Meski begitu, massa lainnya yang terdiri dari beberapa kelompok remaja masih bertahan di Patung Kuda. Mereka terus mencoba memprovokasi petugas dengan lemparan petasan kembang api dan batu. Meski begitu, petugas tetap bertahan hingga situasi kembali kondusif. Ratusan remaja itu langsung membubarkan diri dengan pengawalan aparat TNI. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal