LampuHijau.co.id - Polisi bersama TNI dikerahkan untuk mengamankan wilayah perbatasan, objek vital, dan pusat perekonomian di wilayah Jakarta Selatan. Hal itu karena adanya rencana aksi demo yang dilakukan mahasiswa dan buruh di Istana Negara, Jakarta Pusat pada hari ini.
"Pelibatan personel pengamanan hari ini di wilayah Jakarta Selatan sebanyak 1.200 personel dari Polri dan TNI, serta masih ada personel cadangan di Polda Metro Jaya yang siap diperbantukan apabila dibutuhkan sewaktu-waktu," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono kepada wartawan, Selasa (20/10/2020).
Baca juga : Kejari Depok Musnahkan Barang Bukti dari 347 Kasus Kejahatan
Menurutnya, personel gabungan itu disebar dan ditempatkan di objek-objek vital strategis dan sentra perekonomian. Selain itu, polisi juga melakukan penjagaan di perbatasan guna mengidentifikasi dan menindak pihak yang punya niatan lain selain berunjuk rasa.
"Sasaran kita yang membawa sajam, petasan, batu, dan semacamnya. Kelompok Anarko ini tetap menjadi perhatian serius kami dan akan kami amankan tentunya apabila melakukan tindak pidana," tuturnya.
Baca juga : Di Tengah Pandemi, Pembangunan Apartemen Menara Swasana Berjalan Lancar
Dia menerangkan, polisi siap memberikan pengamanan saat ada demo, tapi juga tak segan untuk menindak para pelaku kerusuhan dan perusakan fasilitas publik.
Sebelumnya, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah serta orangtua siswa untuk bersama-sama mengawasi para pelajar, khususnya di Jakarta Selatan. "Harapan kami giat penyampaian pendapat nantinya tidak disusupi perusuh sehingga bisa berjalan dengan lancar, damai, dan kondusif.
Baca juga : Kapolri Keluarkan Maklumat Cegah Klaster Baru Covid-19 dalam Pilkada Serentak
Lalu, penyampaian pendapat dilakukan dengan santun dan baik serta kami tak bosan mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan," katanya. (RBN)