LampuHijau.co.id - Polisi mengamankan 500 orang massa perusuh yang didominasi oleh kelompok remaja saat melakukan aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang digelar oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).
"Sampai saat ini sekitar 500 orang yang kita tangkap termasuk anarko yang ada di wilayah. Anarko anak-anak pelajar ini yang seharusnya mereka belajar malah mengikuti aksi ini harusnya tidak boleh," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana ditemui di Halte Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/20).
Baca juga : Loyalis AHY Bantu Warga, Pengurus PAC dan Ranting Demokrat di 44 Kelurahan Jakarta Pusat
Nana mengatakan aksi demonstrasi digelar sejak pukul 13.00 WIB berjalan dengan damai. Memasuki pukul 16.00 WIB, bentrok. Setelah itu, datang massa lain yang biasa disebut kelompok anarko mulai melakukan provokasi.
"Ada kurang lebih 600-an mereka berupaya memprovokasi. Awalnya kita bertahan tidak terpancing tapi mereka terus melempari kemudian dalam kondisi itu kami melakukan pendorongan dan penangkapan,” ujarnya.
Baca juga : Sespimma Polri Angkatan 63 Bagikan 507 Paket Sembako Bagi Warga Tidak Mampu
Dikatakan Nana, pihaknya terus memukul mundur massa perusuh tersebut agar tidak kembali melakukan tindakan anarkis yang ujungnya merusak fasilitas umum.
"Dari awal kita sudah meperkirakan aksi ini ditunggangi kelompok kepentingnan, maka kita amankan Istana Negara, DPR, perkantoran dan sentra ekonomi. TNI-Polri solid melajukan pengamanan ini. Kami juga dibackup Mabes Polri," tutupnya. (RKY)