Demokrat: PSBB Ketat Diperpanjang Bikin Masyarakat Menengah Kebawah Semakin Terpuruk

Minggu, 11 Oktober 2020, 06:41 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Delapan bulan pasca pandemi covid 19 melanda tanah air. Perekonomian masyarakat Jakarta mengalami goncangan luar biasa.

Dalam kondisi ekonomi yang kian tak menentu seperti saat ini. Pemda pun dituntut memikirkan nasib rakyat yang kian terpuruk disebabkan penerapan sejumlah regulasi di tengah pandemi.

"Bukti nyata dari keterpurukan masyarakat saat ini bisa dilihat dari sikap para demonstran yang pada demo 8 Oktober terkait UU Cipta Kerja. Mayoritas remaja yang kita temui di lapangan beralasan aksi anarkis yang mereka lakukan merupakan luapan kekecewaan pada pemerintah karena kesulitan ekonomi yang dialami orangtua mereka selama PSBB ketat di DKI," beber anggota Komisi B DPRD DKI dari Fraksi Demokrat, Desie Christhiyana Sari kepada wartawan di Jakarta, Minggu (11/9).

Baca juga : PSBB Bodebek Diperpanjang Ikut-ikutan Jakarta Neh

Bantuan Sosial (Bansos) yang diberikan Pemda dan pemerintah pusat pada masyarakat, dikatakan politisi berkulit putih itu tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat ibukota selama pandemi covid 19.

Tingginya biaya hidup masyarakat, justru, membuat masyarakat harus nekat mencari rezeki tambahan di tengah pendemi covid 19.

"Kalau PSBB ketat diperpanjang, tentunya akan membuat masyarakat yang berada pada ekonomi menengah kebawah, semakin terpuruk. Tidak menutup kemungkinan, masyarakat semakin mudah terkena virus covid 19 karena imun tubuh menurun yang dipengaruhi oleh pikiran dan kekurangan asupan gizi," tegas Ketua DPC PD Jakarta Pusat itu.

Baca juga : Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat, "Wanita Emas": Semoga Bermanfaat

Kata ketua fraksi Demokrat DPRD DKI ini faktor keseimbangan masyarakat nampaknya perlu menjadi perhatian. Loyalis AHY itu berharap ekonomi dan kesehatan masyarakat menjadi hal krusial yang perlu dipertimbangkan.

"Kesehatan tetap harus didahulukan, tapi jangan pernah kesampingkan kepentingan ekonomi masyarakat menengah kebawah yang paling merasakan dampak pandemi covid 19," paparnya.

Untuk menopang ekonomi masyarakat menengah bawah. Srikandi partai berlambang Mercy itu pun berharap Pemda segera merealisasikan pinjaman usaha kecil menengah (UKM) yang terkena dampak pendemi covid 19.

Baca juga : PSBB Bodebek Diperpanjang, Depok Galakkan Gerakan Bermasker 

"Dan yang juga diperhatikan penerima pinjaman, harus yang membutuhkan dan terkena dampak pandemi covid 19. Pemda pun harus siap membina para pedagang yang menerima dana pinjaman UMKM tersebut," pungkasnya. (DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal