LampuHijau.co.id - Kamis, 8 Oktober 2020 tepat jam 12.00 wib, pintu barat sisi Monas masih terlihat lengang dari para demonstran yang menentang adanya UU Cipta Kerja. Namun ratusan aparat kepolisian Polda Metro Jaya dan TNI telah bersiap menjaga kawasan ring 1 tersebut. Penjagaan diperketat di jalur akses menuju Istana Negara dan Monas. Sekitar jarak 500 meter dari Monas, rupanya ribuan demonstran tertahan di Prapatan TL Harmoni, Jalan Majapahit, Kecamatan Gambir, saat hendak menuju titik aksi di Monas. Massa yang tergabung dari beberapa elemen pun menggelar aksi di TL Harmoni itu. Penjagaan ketat pun dilakukan oleh petugas TNI POLRI dengan membuat barikade lapis.
Sekitar pukul 12.23 WIB, kerumunan massa terlibat bentrok dengan aparat. Massa aksi melempari petugas dengan batu. Sekitar pukul 14.27 WIB, kendaraan taktis pengurai massa milik Brimob datang dari arah Monas. "Kembali saya ingatkan anda sudah tidak tertib dan anarkis, apabila masih anarkis saya akan mengambil tindakan tegas, persiapan...tembak," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto sebelum tembakan gas air mata dan semprotan air dilepas ke arah massa aksi, Kamis (08/10/20).
Baca juga : Talenta Harus Dikembangkan, Sarana Jaya Buat Peta Potensi Karyawan
Pukul 14.30 WIB Tak lama dari waktu Heru memberi peringatan kepada massa aksi, petugas satuan brimob pun langsung melepaskan tembakan gas air mata berulang disertai tembakan air dari alat watercanon. "Saya minta massa membubarkan diri," kata Heru dari mobil pengurai massa.
Pukul 14.35 WIB, massa terpaksa dibubarkan dengan gas air mata dan watter canon. Massa dipukul mundur ke arah Jalan Suryopranoto, Jalan Juanda dan Jalan Hayam Wuruk. Pembubaran paksa massa dilakukan hingga pukul 15.15 WIB dengan puluhan tembakan gas airmata yang diletupkan petugas.
Baca juga : Cegah Penyebaran Corona, DAHANA Beri Bantuan Rapid Test Kit ke Polri
Pihak keamanan terpaksa bertindak represif lantaran tidak ditemukan hasil negoisasi antara pendemo dan pihak keamanan. Para pendemo meminta petugas yang berjaga di Jalan Majapahit agar memberikan jalan kepada para demonstran menuju Istana Negara. Namun pihak keamanan tidak dapat menyetujui lantaran area tersebut harus steril dari para demonstran.
Massa aksi sempat terpecah menjadi dua kantung massa. Selain di TL Harmoni, massa juga berada di perempatan Patung Kuda Gedung Indosat.
Baca juga : Rayakan HUT, Anggota TNI Kogartab I/Jakarta Bagikan 50 Paket Sembako ke Warga
Setelah diminta untuk membubarkan diri secara teratur oleh Kapolres Jakpus, massa enggan menggubris. Aksi kericuhan pun kembali terjadi. Massa melempari petugas dengan batu, botol dan kayu hingga petugas terpasang memasang lapisan barikade.
Hingga menjelang sore, petugas masih melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan aksi massa. Dari barisan massa juga masih terdengar orasi komando yang mengarahkan mereka menuju titik pusat utama unjuk rasa di patung kuda untuk bergabung ke massa lainnya. (RKY)