LampuHijau.co.id - Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar menilai, pembagian kerja penyedia jasa lainnya orang perorangan lainnya (PJPL) di sejumlah Suku Dinas tak jelas. Bahkan, pihaknya masih melihat banyak pekerjaan dikuasai dan dilaksanakan Petugas Prasarana Sarana Umum (PPSU).
"Pembagian kerja PJPL ini tidak jelas. Saya minta ke depan tidak lagi dibebankan pada PPSU, jadi harus sesuai tupoksi dan pembagiannya," tegas Wali Kota saat Pembinaan PPSU tentang Pemeliharaan Sarana Jalan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur (Jaktim), kemarin.
Baca juga : 9 TPS di Kota Bekasi Terancam Pemungutan Suara Susulan
Menurutnya, pembinaan ini melibatkan ratusan PPSU. Di mana, masing-masing kelurahan mengirim dua anggota PPSU untuk ikut pembinaan terkait penanganan sarana jalan oleh Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur.
"Kurang lebih 130 petugas PPSU ikut pembinaan ini," ujarnya.
Baca juga : Di Pinang, Petugas KPPS Pakai Seragam SD
Wali Kota berharap, pembekalan ini dapat menjadikan PPSU bekerja profesional. Sehingga keberadaannya akan semakin menjadikan Jakarta Timur lebih baik lagi.
"Seluruh petugas PPSU yang membantu prasarana jalan dilengkapi helm, rompi, dan kerucut orange atau traffic cone. Saya tidak ingin kejadian PPSU ditabrak kembali terjadi," tandasnya. (AZS)