Bupati Bantah di Luar Wilayah saat Konflik Berdarah di Intan Jaya

Kamis, 1 Oktober 2020, 23:25 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Menko Polhukam Mahfud Md mengaku mendapat laporan Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni tak berada di wilayahnya, di tengah konflik bersenjata yang terjadi. Menanggapi hal itu, Natalis menyayangkan adanya kabar bahwa ia mengendalikan pemerintahan dari luar daerah.

"Saya mau memberikan klarifikasi, karena beredar beredar berita miring bahwa saya mengendalikan pemerintahan dari luar daerah. Ini sama sekali tidak benar. Terus terang saya sesalkan sekali, karena saat kami sedang berupaya jatuh bangun berupaya mengendalikan situasi keamanan di Intan Jaya malah dapat berita seperti ini," ujar Natalis, Kamis (1/10/2020).

Baca juga : BAI Kabupaten Subang Bantu Pulangkan PMI Habis Kontrak dari Malaysia

Natalis mengakui sempat meninggalkan Intan Jaya beberapa waktu lalu, lantaran harus memenuhi undangan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara. "Itu karena ada undangan dari Pak Menteri PAN-RB, lalu karena situasi Covid juga terpaksa harus tertahan. Kejadian penembakan Pendeta Yeremias di Hitadipa tanggal 19 September, tanggal 20 saya sudah langsung berada di Intan Jaya," jelasnya.

Natalis menyesalkan pernyataan Mahfud, yang menurutnya menyampaikan informasi tak benar kepada publik. "Terus terang saya kecewa juga, karena Pak Menko Polhukam harusnya bertanya kepada kami terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan yang tentu saja tidak benar," jelas Natalis.

Baca juga : Di Tengah Pandemi, Pembangunan Apartemen Menara Swasana Berjalan Lancar

Mengenai langkah-langkah pemulihan keamanan di Intan Jaya pascakonflik, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan semua pihak baik dari kepolisian, TNI, tokoh adat dan gereja termasuk juga saksi-saksi yang mengetahui langsung kejadian penembakan tersebut. Bahkan sejak kejadian penembakan terhadap Pendeta Yeremias di Hitadipa, pihaknya sudah melakukan dua pertemuan besar di kantor Bupati Intan Jaya di Sugapa.

"Yang intinya sama, agar kita memastikan betul siapa pelaku penembakan dan apa motifnya. Kami saat ini juga sedang berusaha memastikan keamanan. Jadi, kami berharap agar tidak lagi membuat kegaduhan dengan menyebarkan berita-berita yang tidak benar," tandasnya. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal