LampuHijau.co.id - Direktur Eksekutif Indonesia Ranmor Watch (IRW) H. Mulfi As Nashru mendesak Pemprov DKI dan Dirlantas Polda Metro Jaya untuk menerapkan Sistem Ganjil Genap alias "Gage", saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Hal itu guna menekan angka korban Covid-19 (corona).
"Kami (IRW) mendesak Gubernur DKI dan Dirlantas Polda Metro Jaya agar menerapkan ganjil genap (gage) saat PSBB. Supaya jumlah korban corona tidak meningkat," ujarnya kepada Lampu Hijau Thejak via sambungan telepon, Kamis (1/10/2020).
Mulfi menjelaskan, jika ganjil genap diterapkan saat PSBB, maka masyarakat akan enggan keluar rumah. "Saat tanggal genap, misalnya, orang yang punya kendaraan berplat genap pun akan malas keluar. Karena, ada PSBB. Apalagi yang berplat ganjil, sudah pasti enggak keluar," urainya.
Baca juga : Penularan Masih Meningkat, Anies: DKI Kembali Perpanjang Status PSBB
Sehingga, lanjut Mulfi, hal ini akan menekan angka covid 19. "Mereka tak akan keluar rumah. Tidak akan berkerumun. Otomatis angka korona bisa ditekan," cetusnya.
Kata dia, bukan malah sebaliknya seperti saat ini. "Saat PSBB kok ganjil genap tidak diberlakukan, menurut saya, itu salah. Karena, orang tetap akan keluar dan berkerumun meski PSBB diberlakukan. Mereka berpikir ganjil genap tidak ada, makanya keluar," jelasnya.
Mulfi pun meminta kepada aparat penegak hukum agar razia warga yang tidak mengenakan masker benar-benar dilakukan dengan baik dan tegas. "Kasih efek jera kepada warga yang tidak mengenakan masker. Jangan sampai ada 'damai-damai' dengan petugas. Supaya, benar-benar tercapai maksimal tujuan razia masker itu," ujarnya.
Baca juga : Tangani Covid-19, Anies: DKI Gunakan Pendekatan Ilmiah Bukan Pencitraan
Selain itu, IRW, sebut Mulfi, sangat mengapresiasi pihak Dirlantas Polda Metro Jaya yang akan melakukan razia kendaraan bermotor sekaligus razia masker. Tegas Mulfi, kalau perlu, razia kendaraan dan masker ini dilakukan setiap hari, tidak hanya saat PSBB.
"Sangat bagus razia itu. IRW sangat mengapresiasi langkah Dirlantas Polda Metro Jaya yang akan melakukan razia kendaraan bermotor dan masker mulai besok (Jumat--red). Karena, orang yang tidak mempunyai kelengkapan surat kendaraan bermotor akan malas dan tidak berani keluar. Ini akan menekan angka covid," Mulfi menyatakan.
Dirinya pun menambahkan, petugas harus melakukan pemeriksaan kepada semua pegawai kantoran maupun pengunjung mall-mall. "Jangan hanya sopirnya yang ditegur untuk memakai masker. Tapi, penumpang di dalam mobil lainnya juga harus ditegur dan dipaksa untuk mengenakan masker," pinta Mulfi. (AGS)