Rencana Wakapolri Rekrut Preman Ditolak Para Pedagang

Sabtu, 19 September 2020, 17:10 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Setelah para wakil rakyat, penolakan terhadap rencana Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono merekrut preman dalam pemgawasan protokol kesehatan Covid-19 juga datang dari para pedagang. Rencana memberdayakan preman untuk pengawasan protokol kesehatan Covid-19 tersebut dianggap sangat berbahanya.

Para wakil rakyat di Senayan serta para praktisi hukum sudah menantang rencana yang dinilai konyol itu, kali ini penolakan keras datang dari para pedagang. Mereka sangat keberatan jika preman dilibatkan untuk membantu petugas dalam penegakan protokol kesehatan di pasar tradisional.

“Saya kira Bapak Wakapolri tidak perlu sampai sejauh itu melibatkan preman pasar untuk mengawasi aktivitas warga, terutama di pasar-pasar,” kata Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) DKI Jakarta Miftahudin, dalam keterangannya, kemarin.

Baca juga : Petrus Salestinus Kecam Rencana Wakapolri Berdayakan Preman untuk Pengawasan Covid-19

Menurut Miftahudin, akan jauh lebih efektif pengawasan dilakukan oleh paguyuban atau ketua-ketua blok pasar. Pengawasan oleh paguyuban dan ketua blok pasar diyakini akan lebih memperkuat disiplin para pedagang.

Dikatakannya juga, saat ini para pedagang pasar di DKI Jakarta lagi terpukul, karena penurunan omzet sekitar 60 sampai 70 persen akibat PSBB. Bahkan, ada 400.000 pedagang pasar tradisional dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar pasar yang kondisi finansialnya berantakan.

“Omzet pedagang turun drastis selama pandemi. Pedagang lagi susah cari nafkah untuk keluarga di rumah. Mau diawasi preman pula. Pedagang akan merasa terintimidasi de- ngan kehadiran para preman pasar yang mengawasi aktivitas mereka,” sungutnya.

Baca juga : Ide Wakapolri Rekrut Preman untuk Awasi Warga Dianggap Sangat Berbahaya

Lebih lanjut Miftahudin juga menegaskan, pihaknya mendorong pemerintah segera menyiapkan langkah konkret yang sesuai dengan harapan para pedagang. Selain itu, pihaknya juga meminta pengelola pasar atau PD Pasar Jaya menyiapkan sekat plastik, jaga jarak antar pedagang dan mengatur alur pergerakan pengunjung.

Apalagi berdasarkan data terakhir ada 321 kasus positif Covid-19 di 51 pasar di DKI Jakarta. Hal ini dibutuhkan pedagang agar merasa terlindungi dan terayomi dengan baik.

"Libatkan juga petugas yang ada, pramuka atau personel Ikappi untuk membantu memberi penyuluhan dan mengingatkan bahaya Covid-19 kepada para pedagang,” Miftahudin berujar.

Baca juga : Syech Ali Jaber Ditusuk OTK Pas Ngisi Ceramah di Lampung

“Ini cara yang lebih manusiawi dan humanis ketimbang ide melibatkan preman pasar. Pedagang sudah tertekan. Jangan ditambahi lagi,” sambungnya lagi. (DIR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal