Penanganan Covid di Jakarta, Kadinkes DKI Tak Mampu dan Sebaiknya Mundur Saja

Selasa, 15 September 2020, 15:16 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kegagalan penanganan Covid-19 di Jakarta dipastikan bukan karena kesalahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tapi karena kegagalan Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti. "Kondisi ini sudah diprediksi oleh Komisi E DPRD DKI Jakarta. Karena komisi kami dan Satgas Covid-19 DPRD DKI Jakarta dan DPR RI sudah turun ke lapangan. Hasilnya, semua yang dilakukan Dinkes DKI nol besar," kata Dr Dian Pratama, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta kepada Lamjo-Jak di Jakarta, Senin (14/9).

Diungkap politisi Partai Gerindra ini, selama ini Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti selalu membua laporan asal bapak senang. Tapi kenyataannya, output nol besar. "Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti harus mundur atau diganti. Widyastuti justru lebih mendengar Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) karena merasa dipilih tim ini. Tim ini diketuai Amin. Dan yang didengar juga hanya Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit DKI Haryadi," papar Bendahara Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta ini.

Berita Terkait : Bantu Pulihkan Ekonomi Jakarta, Bank DKI Kucurkan Kredit ke UMKM Jakpreneur

Masih kata anggota dewan yang sangat paham soal kesehatan ini, anggota dewan yang kunjungan kerja atau kunker ke daerah, gunanya untuk membandingkan kerja di daerah dengan di Jakarta. Dan ini terbukti sekarang. Artinya di daerah lebih mampu dibanding Jakarta. "Terlebih lagi Komisi E mengusulkan dari awal agar laboratorium swasta yang ada di Jakarta membantu pemeriksaan Rapid dan Swab secara gratis. Bukan seperti sekarang justru laboratorium jualan pemeriksaan Rapid dan Swab. Kan sangat memberatkan masyarakat," papar Dr Dian Pratama.

Selain itu, lanjut Dr Dian, fungsi Dewas Rumah Sakit yang gajinya perorang ratusan juta juga tidak ada."Saran saya Kadinkes DKI  dan jajarannya harus dipilih dengan persetujuan Komisi E. Sebab Dinkes DKI gagal total menangani Covid-19. Saya minta Pak Anies untuk segera mengganti Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti dan segera memilih Wakil Kepala Dinas dan Sekretaris Kepala Dinas yang kosong supaya dapat membantu kerja gubernur dalam penanganan Covid-19 ini," ujar anggota dewan dari Dapil Jakarta Pusat ini.

Berita Terkait : PSBB Ketat di Jakarta, Pasti Ada PHK Lagi

Soal kunker yang dilakukan dewan, imbuh Dr Dian Pratama yang sebelum menjadi anggota DPRD DKI pernah mengkritik Dirut RSUD Koja soal pelayanan pasien warga kurang mampu ini, sudah baik untuk membandingkan kerja aparatur petugas kesehatan di daerah dengan yang ada di DKI Jakarta. "Saya master kesehatan, saya rasa pak Gubernur Anies harus lebih peka dalam memilih Kadinkes DKI. Jangan semua diserahkan ke TGUPP. Inilah hasilnya," tutup Dr Dian Pratama. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal