Nih...Tanggapan Pakar Hukum Terkait Sidang Kasus Pertambangan di PN Jaksel

Selasa, 15 September 2020, 09:59 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Fenomena kasus perdata yang terkesan dipaksakan ke ranah pidana kerap terjadi di Indonesia. Dugaan bermain mata antara kepolisian dan jaksa pun bermunculan, ketika dalam putusan persidangan Majelis Hakim menyatakan kasus tersebut adalah perdata.

Sebagai contoh, putusan majelis hakim yang baru-baru ini terjadi yaitu antara PT DBG dan PT GPE di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) bahwa terdakwa yang merupakan Komisaris PT DBG Robianto Idup, tidak terbukti bersalah melakukan penipuan. Karena antara kedua belah pihak sudah ada perjanjian kerja.

Berita Terkait : Pakar Hukum Minta Aktor Intelektual Kasus Label SNI Palsu Bertanggungjawab

Dengan demikian, kasus ini masuknya ke ranah perdata. Sidang kasus terkait perjanjian kerja sama pertambangan batu bara ini sudah lama bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kemudian, kasus lain adalah yang dialami oleh Jerry alias Kok Min, di mana ia dilaporkan oleh Haryanto Willem pemilik CV Wira Duta Baja Makmur ada ikatan jual beli besi. Kasus ini disidang di Pengadilan Negeri Medan beberapa bulan lalu.

Berita Terkait : Kasus Perdata Ketua APB3I di PN Jaksel Masuki Proses Mediasi

Menanggapi hal ini, Pakar Hukum Universitas Indonesia, Prof. Hikmawanto Juwana mengatakan, apa yang dilakukan oleh aparat penegakan hukum dalam kasus perdata menjadi pidana merupakan sebuah kriminalisasi. "Jadi, aparat penegak hukum seperti polisi dan Jaksa harus waspada bila ada aduan atas masalah perdata ke pidana," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (15/9/2020).

Menurut dia, hutang piutang dan perjanjian kerja tidak bisa dilaporkan ke ranah pidana. Maka dari itu, penegak hukum harus paham jika pidana itu harus ada niat jahat (mens rea) atay actus reus.

Berita Terkait : Sidang Perjanjian Kerja Sama Pertambangan Disebut Saksi Ahli Kasus Perdata

"Kalau tidak ada dua hal tersebut, maka yang terjadi adalah masalah perdata," ujar Hikmawanto. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal