Mau Libatkan Preman Buat Awasi Protokol Kesehatan, Apa Polri Sudah Nggak Mampu?

Minggu, 13 September 2020, 20:55 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono akan melibatkan preman dalam tim pengendalian Covid-19. Para preman atau jeger pasar ini diminta untuk membantu TNI dan Polri dalam mengawasi warga supaya patuh menjalankan protokol kesehatan.  Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto meminta Wakapolri utnuk menimbang keputusan itu matang-matang. Di satu sisi, memang ada semangat, komitmen dan langkah Polri dalam menangani penyebaran Covid-19 yang belum terkendali, namun di sisi lain prihatin soal rencana pelibatan jeger/preman pasar tersebut. "Semangat dan langkah itu akan menimbulkan persoalan baru dan kontra produktif apabila salah dalam mengambil kebijakan termasuk melegitimasi keberadaan preman pasar dalam tugas dan kewenangan institusional formal," kata Didik. 

Baca juga : Pembagian 34 Juta Masker Tanpa Ikuti Protokol Kesehatan


Ketua Departemen Hukum Dan Hukum HAM DPP Partai Demokrat ini mengingatkan Wakapolri Gatot untuk menghitung ulang secara cermat dampak dan eksesnya. Polri tidak perlu menakut-nakuti masyarakat dengan hadirnya kelompok informal untuk menekan dan atau membuat masyarakat merasa tidak nyaman.  Sebab, kata Didik, selama ini oleh public preman dianggap sangat meresahkan dan mengganggu kamtibmas yang harus ditindak oleh Polisi.  "Dengan anggapan adanya legitimasi yang akan diberikan oleh Kapolri karena rencana pelibatan mereka dalam penanganan Covid-19, tentu ini juga akan dianggap sebagai pengakuan dan penguatan terhadap aktivitas para preman ini," tegasnya.

Baca juga : Langgar Protokol Kesehatan di Depok Didenda 25 Juta

 

Baca juga : KPU Kota Depok Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan 2 Bapaslon Pilkada 2020

Ketua Umum Karang Taruna itu berharap agar Komjen Gatot tetap objektif dan rasional dalam mengambil langkah. Wakapolri harus memahami dan menguasai peta penyebaran covid-19 yang sesungguhnya, memperbaharui setiap perilaku dan psikologis masyarakat di saat pandemi, perilaku para aparat pemerintah, hingga para pemimpin. Sebab, perilaku masyarakat akan sangat ditentukan oleh perilaku para pemimpinnya. "Kesiapan Polri dengan SDM-nya yang cukup maju dan dapat diandalkan saat ini, saya berharap Wakapolri percaya diri sekaligus yakin bahwa para aparat di bawahnya lebih dari mampu dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tidak perlu melibatkan apalagi berpotensi melegitimasi eksistensi preman pasar," katanya.(LHTJ)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal