LampuHijau.co.id - Kasus Covid-19 saat ini semakin tidak terkendali. Penambahan kasus positif harian naik terus. DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir terus mencatat di atas 1.000 kasus, dengan update terbaru pada hari Rabu (9/9/2020), di angka 1.004. Dengan laju itu RS di DKI Jakarta bakal kolaps. Hanya bisa bertahan sampai Desember 2020. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta , dr Widyastuti, mengatakan tanpa dilakukan intervensi, dengan laju penambahan kasus yang semkin banyak, maka RS di DKI Jakarta diprediksi tidak akan sanggup menerima pasien lagi. Setidaknya hingga bulan Desember. Rumah sakit kolaps karena kapasitasnya tidak mampu menyaingi penambahan kasus.
"Dengan perhitungan angka-angka, kita enggak akan cukup. Perlu diambil rem darurat bukan hanya di DKI supaya bisa menghentikan pergerakan penularan yang luar biasa," kata dr Widyastuti, Rabu (9/9/2020).
Baca juga : Pajak Parkir di Jakarta Naik, Bakal Diikuti Naiknya Tarif Parkir?
Saat ini tempat tidur di ruangan ICU 67 RS rujukan sudah terisi sampai 84 persen per 6 September 2020. Artinya pasien yang membutuhkan perawatan medis darurat atau intensif mungkin semakin sulit karena kapasitasnya hampir penuh. Sementara itu tempat tidur di ruangan isolasi 67 RS rujukan sudah terisi hingga 77 persen. Dinkes DKI Jakarta sedang berusaha untuk terus meningkatkan kapasitas rumah sakit. Salah satunya dengan membuka RSUD dan RS swasta baru sebagai rujukan serta berkoordinasi memindahkan pasien bergejala ringan ke RSD Wisma Atlet.
Meski kapasitas bias dengan mudah ditambah namun menurut dr Widyastuti sumber daya manusianya terbatas. Sehingga langkah itu juga tak mudah. Pihaknya sudah berusaha mendatangkan tenaga kesehatan dari luar DKI. "Ternyata yang lebih sulit adalah bagaimana menyiapkan SDM-nya itu nggak gampang, padahal DKI Jakarta," ungkapnya.
Baca juga : Dicerai Suami Karena KB 3 Bulan, Kesal Nggak Bisa Gituan Karena Istri Haid Terus
Sedangkan untuk tempat pemakaman, jika TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur sudah tidak bisa menampung jenazah Covid-19, maka TPU Tegal Alur, Jakarta Barat disiapkan sebagai alternatif.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan TPU Tegal Alur masih mempunyai lahan yang cukup luas. Menurutnya, luas lahan yang masih kosong di TPU Tegal Alur sekitar 2 hektar. "Satu hektar itu kira-kira bisa menampung 3 ribu makam," jelas Anies. Namun demikian Anies berharap agar masyarakat tetap disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19 yang sudah ditentukan, agar dapat menekan jumlah penularan virus Corona. Hal itu otomatis menekan angka kematian.(LHTJ)