Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Bos Potong Kapal Dilaporkan ke Polisi

Senin, 31 Agustus 2020, 21:58 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Diduga melakukan tindakan pidana penipuan dan penggelapan, M.Shiddik bos pemotongan kapal yang memiliki perusahaan PT Sulung Bungsu Mandiri dilaporkan ke Polda Metro Jaya, dengan laoporan Polisi:LP/5452/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimum, tanggal 31 Agustus 2019.  “Saya sudah lapor, melalui kuasa hukum saya, dan saat ini sudah ditangani,” ujar Hari Putra Joseph, selaku korban.

Hari menjelasan, untuk kronologis tindakan penipuan dan penggelapan, sekitar tahun 2011 saudara M Shiddik datang kepada dirinya untuk menggadaikan dokumen Kapal TB Patih 1 atau lebih dikenal dengan dokumen Gross Akte, dengan nomor pendaftaran kapal No:2279, tanggal 16 Februari 2004 di Kementrian Perhubungan Ditjen Perhubungan Laut. “Jadi dia (M.Siddik-red) minta uang sebesar dua miliar rupiah, dengan jaminan dokumen Kapal Tug Boad Patih 1,” kata Hari.

Berita Terkait : Buku Tentang Almarhum Bang Uwo, Penggagas Lebaran Betawi Diserahkan ke Anies

Sekitar tahun 2012 akhir, lanjut Hari, kapal TB Patih 1 masuk di Pelabuhan Kali Baru Tanjung Periuk, lokasi pemotongan kapal, dan 2013 awal bulan kapal tersebut di potong. “Kok bisa memotong kapal tanpa ada penghapusan nama kapal, dan saya cek lokasi pemotongan kapal juga tidak memiliki ijin,” lanjut Hari.

Untuk memotong kapal, masih kata Hari, di butuhkan dokumen kapal untuk proses pengurusan penghapusan kapal, dan untuk dokumen kapal tersebut ada pada dirinya. “Ini aneh, dokumen kapal ada sama saya, kok bisa kapal tersebut dipotong dan kapal tersebut ada hak saya,” katanya.

Berita Terkait : Artis FTV Lady Marsella Diduga jadi Korban Penipuan Pengadaan Bansos Rp 60 Miliar

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dimintai keterangannya mengatakan, sejauh ini pihaknya masih akan mendalami kasus tersebut. "Nanti kita dalami ya," singkatnya.(FrK)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal