Tolak Panitia Konfenprov, Gerakan Restorasi PWI DKI Jakarta Dideklarasikan

Selasa, 16 April 2019, 22:06 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Gerakan Perubahan/Restorasi PWI DKI Jakarta dideklarasikan wartawan pendukung Toir, Selasa (16/4/2019) siang, di kawasan Jl. Agus Salim, Jakarta Pusat. Tujuannya, untuk menjadikan organisasi sebagai kebanggaan anggota dan tumpulan publik.

"Saatnya pengurus PWI DKI Jakarta untuk direstorasi," tegas Nauli Silitonga, Tim Sukses Toto Irianto  (Toir) menjadi Ketua PWI DKI Jakarta.

"Proses konferprov yang disusun dan akan diselenggarakan pengurus PWI DKI Jakarta  bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi," tehasnya.

Baca juga : Puluhan Ribu APK di Jakarta Utara Diturunkan

Konferensi tingkat provinsi (Konferprov) adalah amanat peraturan dasar peraturan rumah tangga (PDPRT) organisasi antara lain tentang penyelenggaraan pemilihan kepengurusan untuk periode 5 tahun ke depan. Tetapi tahapan pelaksanaannya terindikasi hanya untuk memenangkan calon tertentu. Person kepanitiaan, kata Nauli, didominasi pendukung calon tertentu.

"Tidak akan bisa netral. Harus dibatalkan dan dibuat kepanitiaan Konferprov yang kredibel. Semua anggota yang berhak memilih sampai sekarang tidak diumumkan dan diberi tahu langsung kepada yang bersangkutan. Namun sejumlah oknum panitia pemilihan bergerilya menggalang dukungan guna memenangkan calon pengurus dari kelompoknya," papar Nauli.

Indikasi tersebut merusak tujuan organisasi. Padahal menjadi pengurus organisasi profesi itu adalah pengabdian. Berorentasi pada perwujudan nilai-nilai mulia atau hope, bukan sebagai job atau pekerjaan.

Baca juga : Lima Pangkalan Bajaj di Jakarta Utara Diresmikan

Menurut Nauli, langkah Gerakan Perubahan atau Restorasi yaitu mengawal Konferprov berlangsung sesuai dengan prinsip demokrasi. Menjamin kesamaan hak anggota untuk dipilih dan atau memilih sebagaimana tertuang dalam PDPRT.

"Kapan lagi kalau bukan sekarang kita merestorasi organisasi? Ini juga penting agar PWI DKI Jakarta ke depan kembali diminati banyak wartawan muda menjadi anggota," ujar Nauli.

Sementara, Jemes Tobing, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI DKI Jakarta, menjelaskan pihaknya sangat prihatin mencermati perkembangan agenda Konferprov. Surat penegasan sikap DKP tanggal 11 April 2019 berisi pesan kepanitiaan  yang dibentuk Ketua PWI DKI Jakarta Hj. Endang Werdiningsih agar dibatalkan, tembusan kepada Ketua Umum PWI Pusat dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, tidak mendapat respons dari yang bersangkutan.

Baca juga : Dongkrak Profesionalisme, Pegawai Hotel dan Restoran Ini Ikut Sertifikasi

"Sangat luar biasa. Kami tidak akan diam. Ini menunjukkan indikasi ketidakberesan akibat adanya konflik interes di kepanitiaan Konfenprov ," katanya.

Satu person pengurus PWI DKI Jakarta sudah resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Padahal yang bersangkutan juga bertindak sebagai unsur kepanitiaan di Konferprov. (DIR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal