LampuHijau.co.id - Pemkot Jakarta Selatan terpaksa menutup lokasi sementara (Loksem) Blok S, Jakarta Selatan, selama tiga hari. Penutupan ini dilakukan setelah empat pedagang Loksem diketahui terpapr virus Covid-19. Tak hanya itu, 52 pedagang di Loksem Pujasera itu diharuskan menjalani rapid tes di halaman kantor Kelurahan Rawa Barat. Lurah Rawa Barat Dedi Rohedi mengatakan, rapid tes terhadap puluhan pedagang tersebut dilakukan oleh petugas dari Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru.
Baca juga : Masa Pandemi Covid, Pemkot Jaksel Sebar Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat
Rapid tes tersebut dilakukan guna memastikan para pedagang aman dari virus covid-19 dan juga untuk memutus mata rantai penyebaran virus apabila terdapat salah satu dari pedagang yang terindikasi. "Rapid tes pada pedagang itu dilakukan untuk memastikan bahwa para pedagang juga dalam kondisi sehat dampak dari empat pedagang di loksem itu yang terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu," ujar Dedi.
Baca juga : 20 Orang Terpapar Covid-19 Lantai 4 Samsat PMJ Ditutup
Dedi berharap, rapid test ini menunjukan hasil negatif terhadap para pedagang tersebut. Saat ini, sambung Dedi, Loksem Pujasera dilakukan penutupan selama tiga hari terhitung mulai 13 Agsutus hingga 15 Agustus. Loksem akan kembali dibuka pada 17 Agustus mendatang.
Baca juga : Anggota Positif Corona, Pras: Gedung DPRD Ditutup Selama Lima Hari
"Mudah mudahan semua hasilnya negatif hingga saat Loksem Pujasera itu kembali dibuka aman dan nyaman," tandasnya. RBN