LampuHijau.co.id - Belum cairnya insentif para petugas pemakaman dan sopir ambulans khusus jenazah Covid-19 yang tertunda sejak Juni mendapatkan sorotan dari kalangan politisi Kebon Sirih. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi mengatakan, kondisi seperti ini tentunya sangat memprihatinkan, namun perlu dipahami bahwa ini adalah kondisi darurat.
"Saya sudah komunikasikan dengan Sekretaris Dinas Kehutanan dan Pemakaman, Insya Allah semuanya sedang berproses. Untuk sepekan ini dana insentif tersebut akan cair, sehingga para tukang gali kubur mendapatkan haknya segera,” ungkapnya saat dihubungi wartawan kemarin.
Baca juga : Alhamdulillah, Sekolah di Madura Ini Punya Sumur Wakaf
Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Jakarta itu menambahkan, beberapa hal memang harus dimaklumi dalam kondisi darurat seperti ini. "Tetapi insya Allah ke depan, para tukang gali kubur yang juga menjadi ujung tombak terakhir pemakaman dalam masa pandemik Covid-19, akan mendapatkan haknya dan mudah-mudahan tidak tertunda lagi,” beber Suhaimi.
Hal yang sama juga diungkapkan wakil gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. "Telah kami anggarkan, kami pastikan semuanya akan diselesaikan," ujar Ariza kemarin.
Baca juga : Alhamdulillah, Humanity Water Tank-ACT Masih Setia Dampingi Warga Gaza
Senada dengan Ariza, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Jakarta Suzi Marsitawati juga telah memastikan dana insentif bagi petugas yang menangani pemakaman dan sopir ambulans jenazah Covid-19 saat ini dalam proses pencairan. "Insentif merupakan uang tambahan untuk makan dan transport bagi pekerja( PJLP) yang menangani pemakaman jenazah dengan protap Covid-19, selanjutnya tambahan instentif memerlukan waktu dalam prosesnya," kata Suzi saat dikonfirmasi kemarin.
Disebutkan ada sekitar 113 petugas yang haknya tertahan, dengan rincian sopir ambulans 48 orang, petugas pemakaman di TPU Tegal Alur 25 orang, dan di TPU Pondok Rangon ada 40 orang.(DRI)