LampuHijau.co.id - Puluhan siswa SD dilantik Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menjadi dokter gigi kecil, Selasa (11/8). Marullah berpesan agar para dokter cilik tidak semata menjalankan misi sebagai dokter tapi turut memberantas Covid-19 dan mengkampanyekan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Marullah menuturkan penyakit gigi masih menjadi penyakit masyarakat. Jika menilik indeks pembangunan masyarakat, kesehatan gigi menjadikan Jakarta Selatan menduduki nomer 38 ditingkat nasional dan nomer dua ditingkat Provinsi DKI Jakarta.
"Saya ingin menitipkan selain urusan kedokteran gigi, kepada anak-anak ku semua. Saya titipkan urusan pemberantasan Covid-19. Kampanyekan tentang 3M, itu juga bagian dari tugas kalian. Berikan sosialisasi yang baik ke sesama teman sekolah," ungkap Marullah.
Baca juga : Kang Emil Minta Cirebon Tingkatkan Rasio Tes PCR Kontak Erat Covid-19
Ia juga mengatakan Covid-19 telah melanda seluruh aspek kehidupan masyarakat. Salah satunya profesi dokter gigi. "Sekarang karena covid, banyak dokter gigi yang tidak praktik. Kalau pun buka, pasti sangat terbatas. Karena penyebaran Covid-19 terjadi dari droplet dan itu berbahaya," ujarnya.
Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan Muhamad Helmi menuturkan jika penyakit gigi dan mulut terutama gigi berlubang serta karies merupakan penyakit yang dapat menyerang semua golongan usia. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan perilaku menyikat gigi yang benar pada anak usia 3 tahun keatas di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 2,74% dan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan sebanyak 3,33%. "Adapun hasil kegiatan pemeriksaan kesehatan anak usia sekolah pada tahun 2019 yang dilakukan terhadap 38.989 peserta didik kelas 1 di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan didapatkan 17.611 anak (45,16%) mengalami karies gigi," katanya
Baca juga : Kisruh Mall Xchange, Menteri Tito Panggil Wali Kota Tangsel
Ia melanjutkan, data tersebut sejalan dengan hasil kegiatan Roadshow kesehatan gigi dan mulut anak PAUD yang dilakukan pada tahun 2019. "Dari Roadshow itu 1.008 anak yang diperiksa, 813 anak atau 80,6% memiliki gigi yang tidak sehat, "tambah Helmi.
Kegiatan pelatihan dokter gigi disebutnya telah diikuti oleh 306 anak SD di wilayah Jakarta Selatan. Dan bertempat di Puskesmas Kecamatan masing-masing dengan modul yang dibuat oleh FKG Universitas Prof DR. Moestopo (Beragama). RBN
Baca juga : Tri Adhianto Tegaskan Normalisasi Kali Bekasi Tahun Ini