Isu Intoleran Sulit Untuk Gulingkan Anies 

Kamis, 13 Agustus 2020, 07:39 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertanyakan kepada para pihak yang kerap menuduhnya sebagai pemimpin yang intoleran. Selama 2,5 tahun menjabat posisi orang nomor satu di Jakarta, Anies mengaku telah berusaha merangkul semua pihak. Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bisa dijatuhkan dengan pembingkaian karakter pemimpin intoleran. Menurut Ujang, Anies merupakan tipe pemimpin yang moderat. "Artinya dia orangnya terbuka," kata Ujang melalui pesan singkatnya kepada wartawan kemarin.

Dalam Indeks Demokrasi Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik, Pemerintah DKI menempati indeks demokrasi tertinggi ketimbang wilayah lain di negara ini. Menurut dia, masyarakat harus objektif menilai kepemimpinan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. "Kita harus objektif dalam menilai siapa pun. Termasuk dalam menilai Anies. Jika salah katakan salah dan jika benar katakan benar," bebernya.

Menurut dia, Anies memang mempunyai celah untuk disudutkan sebagai pemimpin yang intoleran. Sebabnya, Anies dianggap dekat dengan kelompok Persaudaraan Alumni atau PA 212. "Bisa saja memang ada pihak atau kelompok yang mem-framing Anies dengan tuduhan pemimpin intoleran. Karena lawan-lawan politik Anies melihat celah bahwa Anies dekat dengan kelompok PA 212," ucapnya lagi.

Baca juga : PKL BKT Ngadu ke Anies Minta Dibolehkan Berdagang

Namun, kata dia, pembingkaian karakter intoleran tersebut tidak akan mempan untuk membusuki Anies. Sebab, Anies telah menunjukkan diri sebagai pemimpin yang moderat.  Selain itu, Anies pun tidak kalah dengan pemimpin sebelumnya yang merangkul semua lapisan. "Dia sepertinya tipe orang moderat,"ungkapnya.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai pernyataan tersebut untuk merespons serangan-serangan terhadap Anies di media sosial (medsos) soal intoleransi. "Bagus bagian dari 'serangan' ke Mas Anies sering dianggap intoleran. Mas Anies justru di forum yang tepat meminta pada mereka yang menuduhnya intoleran untuk menyampaikan kebijakan dan program mana yang intoleran," ujarnya kemarin. "Ini contoh baik bagaimana kepala daerah merespons terhadap diskursus yang berkembang di medsos. Ini sehat bagi demokrasi," sambungnya.

Mardani pun ikut menyinggung pernyataan Rocky Gerung yang juga hadir sebagai narasumber dalam acara itu. "Semalam di acara Indonesian Leaders Talk, Rocky Gerung angkat 'menikmati serangan sosmed ke Anies' karena selalu ada kelompok yang menyerang kebijakan Anies di socmed," ucapnya.

Baca juga : Katanya Volume Lalin di Jakarta  Turun Gegara Gage

Mantan Ketua Tim Sukses Anies-Sandi itu pun menilai arti 'menikmati' yang disampaikan Rocky Gerung bermakna lucu. Sebab, menurut Mardani, tudingan yang dilayangkan terhadap Anies kerap membabi-buta. "Arti menikmati Rocky Gerung itu bermakna lucu. Karena para penuduhnya bersikap apa pun yang dilakukan Anies selalu salah," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mempertanyakan alasan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang meminta siapa saja untuk menunjukkan ada tidaknya kebijakannya yang bersifat intoleransi. Menurut Gembong, hal tersebut dapat menimbulkan kecurigaan. "Kok dia punya perasaan seperti itu? Kalau beliau menanyakan seperti itu, berarti ada yang nggak beres dong," ujar Gembong kemarib.

Gembong mengatakan, lawan politik Anies pun tidak pernah mempertanyakan apakah ada kebijakan Anies yang intoleran atau tidak. Gembong meminta kepada Anies untuk tidak membuat imajinasi. "Lawan politiknya saja tidak pernah mempertanyakan itu, kontestasi pilkada sudah berakhir, jangan ada imajinasi yang akan merusak harmonisasi kehidupan warga Jakarta," ucapnya.

Baca juga : Kalo Motor Kena Gage Nasib Ojol Nyungsep

Gembong mengatakan, saat ini tidak ada kebijakan Anies yang bersifat intoleran. Dia kemudian meminta Anies untuk fokus menyelesaikan janji Kampanyenya. "Warga Jakarta sudah ok kok, tinggalkan persoalan intoleransi, karena saat ini memang tidak ada kebijakan yamg intoleran. Tuntaskan saja janji kampanye untuk membuktikan kepada rakyat Jakarta, bahwa Anies mampu menjawab keraguan sebagian masyarakat untuk menuntaskan janji-janji kampanye," tandasnya.(DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal