LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta menggulirkan wacana penerapan aturan kebijakan Ganjil-Genap tak hanya kendaraan roda empat tetapi juga kendaraan bermotor roda dua. Jika benar diterapkan, hal itu disinyalir akan semakin memperparah kepadatan penumpang di stasiun maupun TransJakarta. Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI, Idris Ahmad mengatakan saat ini masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor sangat banyak. Karena itulah jika ada aturan tersebut, moda transportasi umum akan over penumpang.
Baca juga : Dewan Minta Kebijakan Gage Roda Dua Dikaji Ulang
"Jika motor juga harus mengikuti ganjil genap, maka penumpukan jumlah penumpang akan lebih tinggi lagi. Ini karena mayoritas masyarakat menengah-kebawah menggunakan motor, sehingga mereka semua akan terpaksa menggunakan transportasi umum," kata Idris.
Baca juga : Taksi Online Tetap Kena Ganjil Genap
Selain masalah itu, nasib ojek online juga harus dipikirkan. Bagaimana solusi operasional ojek online yang saat ini menjadi transportasi alternatif favorit masyarakat. Jika hal itu terjadi maka kepadatan akan semakin menggila. "Saat ini, ojol menjadi sarana favorit untuk berpindah antar-moda transportasi. Jika tidak ada ojol, maka penumpukan di daerah pergantian moda transportasi akan semakin parah," terangnya.
Secara ekonomi juga akan berimbas pada penghasilan masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada hasil pendapatan dari pekerjaannya menarik Ojol. "Imbas ekonomis akan lebih besar. Misalnya, pendapatan ojol akan kembali turun drastis karena ruang gerak mereka akan dibatasi kembali," katanya.(MW/NET)