LampuHijau.co.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka diskusi Asian Development Bank (ADB), terkait Investasi Transit Berkelanjutan di Kota-kota Asia (Sustaining Transit Investment in Asia's Cities). Pembangunan sistem transportasi merupakan kunci pembangunan kota berkelanjutan.
"Kita fokus pada tema yang dibahas hari ini yaitu Sustaining Transit Investment in Asia's Cities. Kita butuh mengadopsi lebih banyak rencana pembangunan kota. Kita telah menyusunnya dalam Rapat Kerja Daerah," ujar Anies di Balaikota, Senin, (15/4/2019).
Sejak 2005, kata Anies, masyarakat Indonesia telah banyak tinggal di perkotaan dibandingkan pedesaan. Sehingga pada 2050, lebih dari 70 persen populasi dunia akan tinggal di kota. Karena itu, rencana pembangunan transportasi adalah kuncinya.
Diakui Anies, Jakarta sedang mengembangkan kawasan transit di berbagai wilayah. Untuk itu, pihaknya berharap ada masukan yang baik dari negara-negara sahabat yang berujung pada penanaman investasi pada sektor transportasi umum itu.
Baca juga : Kembangkan Konsep KKB, Pemkot Jakut Jaring Saran dari C40
"Kita harapkan dari seminar ini kita bisa mendengar pengalaman-pengalaman dari berbagai negara terutama pengalaman negatif di berbagai tempat supaya kita tidak mengulang kekeliruan. Sehingga kita tidak mengulangi kekeliruan pihak lain," tegasnya.
Dia mengatakan, pembangunan fasilitas transportasi umum massal seperti BRT, MRT, maupun LRT masih membutuhkan investasi cukup besar. Selain itu, Anies juga menekankan pembangunan di sektor rumah dalam memenuhi kebutuhan dasar tingkat mikro, serta memfasilitasi sektor swasta agar terus tumbuh berkembang di Jakarta.
"Kita ingin mengajak banyak agensi pembangunan internasional untuk membagikan praktik terbaik dan telah dibuktikan dari seluruh dunia. Kita ingin mengadopsinya, bukan sekadar mengadaptasinya.
Karena, itu dua hal yang berbeda antara adopsi dan adaptasi. Kita tidak ingin sekadar meniru begitu saja tanpa melihat konteks yang terjadi di Jakarta. Targetnya, kita ingin mengubah masyarakat untuk lebih banyak menggunakan kendaraan umum, dibandingkan kendaraan pribadi untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya di Jakarta," jelasnya.
Baca juga : Pemprov DKI Kumpulkan Camat dan Lurah
Ke depan, ucap Anies, pembangunan infrastruktur publik di Jakarta harus membawa nilai persatuan dan menjadi tempat interaksi warga tanpa memandang latar belakangnya. Dia mencontohkan, transportasi modern MRT Jakarta yang dapat digunakan oleh siapa saja tanpa memperlihatkan adanya kelas bisnis ataupun kursi prioritas kecuali bagi penyandang disabilitas, orang tua, dan ibu membawa anak.
"Saya berharap setelah diskusi ini, kita memiliki kerangka pemikiran yang baru untuk dapat melanjutkan pembangunan kota kita agar kita mewujudkan Ibu Kota Indonesia yang lebih baik. Terima kasih kepada ADB yang telah memfasilitasi diskusi ini dan selamat berdiskusi," imbuhnya.
Kegiatan diskusi ini dihadiri oleh Vice President for Knowledge Management and Sustainable Development Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata, dan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Astera Primanto Bhakti. Vice President for Knowledge Management and Sustainable Development Asian Development Bank (ADB).
Bambang Susantono mengatakan, pemegang saham ADB terdiri dari 67 negara dan Indonesia menjadi salah satu pemegang saham terbesar. Untuk itu, pihaknya ingin mentransfer pengetahuan dalam pembangunan di Indonesia, termasuk Jakarta.
Baca juga : Ribuan ASN Di Jakarta Utara Membacakan Ikrar Pemilu
"Pada hari ini, sebetulnya kita fokus di tiga negara, tiga kota, yaitu Jakarta, Manila dan Bangkok yang hampir memiliki tipologi serupa tentang kondisi perkotaannya. Juga masalah transportasi nya, sehingga kami melakukan pendalaman khusus untuk ketiga kota ini," kata Bambang yang juga mantan Wakil Menteri Perhubungan RI. (ULI)