LampuHijau.co.id - Menurunnya aktivitas ekonomi di Indonesia di tengah pandemi Covid-19 sangat dikeluhkan banyak pihak. Penurunan daya beli pun terjadi, sontak hal itu membuat roda perekonomian Indonesia di berbagai sektor sangat terasa lambat.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengatakan, dengan memperkuat ekonomi lokal bisa menyelamatkan perekonomian nasional dari resesi. Harus ada rasa keikhlasan kita untuk sama-sama membeli dan konsumsi produk-produk lokal.
"Komitmen untuk memperkuat produk lokal akan menyelamatkan ekonomi nasional dari resesi,” tegas Prof Rully, saat menutup rangkaian kegiatan Perayaan Puncak Hari Koperasi ke-73 di Kabupaten Garut.
Baca juga : Realisasi Penyaluran Dana PEN KUMKM Terserap dengan Baik Walau Masih Rendah
Di acara yang juga dihadiri Bupati Garut Rudy Gunawan, Prof Rully menjelaskan, koperasi dinilai mampu mengembalikan kekuatan ekonomi kerakyatan.
"Seluruh dunia sedang mengalami ujian di tengah pandemi Covid-19, dimana pertumbuhan ekonomi nasional sedang mengalami tantangan yang cukup serius, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat", kata Prof Rully.
Menurut Prof Rully, pemerintah akan terus berupaya agar di Kuartal III 2020 ekonomi bisa kembali bangkit. "Agustus ini menjadi penentu keberhasilan", ujar Prof Rully.
Baca juga : Anggota Positif Corona, Pras: Gedung DPRD Ditutup Selama Lima Hari
Untuk mendukung usaha itu, lanjut Prof Rully, pemerintah juga telah mengucurkan penyaluran dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk sektor KUMKM sebesar lebih dari Rp123 triliun. Dan saat ini koperasi telah memiliki sumber pembiayaan dari LPDB KUMKM, dimana saat ini telah dimulai penyaluran 100 persen untuk koperasi.
“Dari dana Rp 1 triliun tersebut, Rp431 miliar rupiah sudah cair dan antara lain mengalir ke Jawa Barat,” sebut Prof Rully.
Lebih dari itu, menurut Prof Rully, pemerintah juga tengah menyiapkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM terkait penyaluran bantuan sosial produktif, dimana sebanyak 12 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro akan mendapat Bansos modal kerja.
Baca juga : Selama Tak Bermanfaat untuk Rakyat, Dimaz: Kami Tetap Menolak Reklamasi Ancol
“Pada 17 Agustus mendatang, Bansos Sosial Produktif rencananya akan diluncurkan langsung oleh Presiden Jokowi,” tukas Prof Rully. (Eedar)