LIPI Keluarkan Acuan Ilmiah Kebijakan Pengelolaan dan Pemanfaatan Hiu Lanjaman

Senin, 15 April 2019, 15:31 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis dokumen Non-Detriment Finding (NDF) di gedung Biro Kerjasama Hukum dan Humas LIPI, Jalan Gatot Subroto, Ancol, Jakarta Utara, Senin (15/4/2019). Dokumen ini dirilis sebagai acuan dan pemanfaatan berkelanjutan spesies hiu lanjaman atau Carcharhinus falciformis.

"Hiu adalah salah satu spesies paling terancam di dunia. Menurut daftar IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) setidaknya sekitar 31 persen hiu dunia terancam kepunahan," ujar Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah.

Sementara, mengacu data Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2015, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat eksploitasi hiu tertinggi di dunia dan menyumbang sekitar 13 persen dari produksi hiu global. "Nah, dokumen NDF ini merupakan dokumen NDF pertama untuk hiu yang dibuat oleh pemerintah Indonesia dan akan diluncurkan pada Senin, 15 April 2019 di Jakarta," katanya.

Berita Terkait : Selain Ramah Lingkungan, Konsep Pengolahan Sampah DKI Berkelanjutan

Menurut Dirhamsyah, perlindungan terhadap hiu telah menjadi salah satu agenda penting di tingkat global melalui mekanisme Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Mekanisme ini telah memasukkan 12 spesies hiu dalam Apendix II.

"Dari 12 spesies yang ada, sembilan diantaranya hidup di Indonesia termasuk hiu lanjaman. Dari data Statistik Perikanan tahun 2015, 60 persen total produksi hiu di Indonesia adalah kelompok hiu lanjaman seluruh famili Carcharhinidae dan 54 persen diantaranya merupakan hiu lanjaman jenis Carcharhinus falciformis," katanya.

Dirhamsyah mengatakan, LIPI sebagai pemegang otoritas keilmuan CITES telah merekomendasikan kuota tangkap sebesar 80 ribu untuk tahun 2019 dengan minimum ukuran panjang tubuh dua meter atau dengan berat minimum 50 kg.

Berita Terkait : Puan Ingatkan BSU Pekerja dan Bantuan UMKM Harus Tepat Sasaran

"Artinya, pemanfaatan hiu lanjaman dapat dilakukan dan tidak mengganggu populasinya di alam dengan syarat melakukan pembatasan jumlah tangkapan melalui sistem kuota dan mengatur ukuran hiu lanjaman yang boleh dimanfaatkan," katanya.

Dia menjelaskan, dokumen NDF merupakan analisis resiko pemanfaatan hiu yang terdaftar dalam Apendiks II CITES berdasarkan aspek biologi, perikanan, pemanfaatan, dan pengelolaan hiu Lanjaman saat ini. Dokumen ini juga merekomendasikan perbaikan pencatatan produksi dan pemanfaatan hiu lanjaman. Kemudian merekomendasi perlindungan habitat penting seperti lokasi memijah, melahirkan, dan pengasuhan anakan serta penghentian praktik pengambilan sirip hiu dan membuang sisa tubuhnya, baik dalam keadaan hidup atau mati ke laut.

"Sejak tahun 2018, lewat program USAID BIJAK kami telah mengembangkan metodologi penelitian dan protokol untuk menentukan tingkat pemanfaatan yang berkelanjutan terhadap spesies yang terancam," tandasnya. (Sep)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal