Permintaan Mencapai 9 Juta Unit

Kebutuhan Sepeda Dalam Negeri Meningkat Drastis

Jumat, 17 Juli 2020, 19:42 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kementerian Perindustrian semakin serius mendorong pengembangan industri sepeda di tanah air agar bisa berdaya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor. Hal ini seiring meningkatnya permintaan di masyarakat terhadap alat transportasi gowes tersebut.

“Kebutuhan sepeda di dalam negeri melonjak signifikan di masa pandemi Covid-19, dengan mencapai lebih dari 8-9 juta unit, baik untuk sepeda dewasa maupun anak-anak,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (17/7).

Menperin menyatakan, tingginya permintaan pasar itu menjadi peluang yang baik bagi industri sepeda nasional untuk lebih memacu kapasitas produksinya.

“Kita melihat tren pembelian sepeda oleh masyarakat semakin besar, ini menjadi momentum yang sangat tepat bagi pabrikan untuk meraih pasar tersebut dengan menambah produksi,” paparnya.

Baca juga : Imbauan Di Rumah Saja Bikin Sampah Meningkat di Depok

Pada Kamis (16/7) kemarin, Menperin didampingi Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier, Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih, serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Doddy Rahadi mengunjungi pabrik sepeda di Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

“Dari hasil kunjungan tersebut, kami melihat hal yang membanggakan, bahwa ada industri sepeda di dalam negeri yang telah memproduksi sepeda dan mengisi kebutuhan pasar nasional sejak 50 tahun yang lalu,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Menperin dan rombongan meninjau langsung proses produksi dan menguji coba beberapa produk sepeda merek United. Salah satu yang dijajal, yakni jenis sepeda lipat, dirasa cukup nyaman dan tidak kalah bersaing dengan sepeda lipat impor.

“Paling tidak dari ukuran, saya merasa pas. Waktu saya coba, dari cara mengayuhnya juga enak. Ketika mengganti gigi, itu juga smooth (halus-red). Enggak kalah, bahkan lebih baik dari merek impor yang sangat terkenal,” ungkapnya.

Baca juga : Tekan Corona, Salat Jumat Ditunda Dua Pekan Ke Depan

“Untuk sepeda kelas ekonomi, hampir semua komponen itu bisa diproduksi dari pabrik ini sendiri,” tambahnya. 

Selain itu, perusahaan telah bekerja keras memenuhi lonjakan permintaan kosumen domestik, dengan menambah dua shift kerja. Bahkan, pabrikan sepeda United telah melakukan kegiatan ekspor. Beberapa produknya diminati oleh konsumen di Jerman.

“Artinya, industri kita mendapat kepercayaan tinggi di pasar Uni Eropa, yang kitaketahui mereka punya standar relatif tinggi,” imbuhnya.

Menperin optimistis, dengan dukungan sumber daya manusia kompeten dan memanfaatkan teknologi modern, industri sepeda nasional mampu kompetitif di kancah global. “Apalagi, anak bangsa kita punya kemampuan yang tinggi untuk memproduksi apapun, termasuk sepeda dan aksesorisnya,” ujarnya.

Baca juga : Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu Dalam Mesin Pembuat Es Asal Malaysia

Hingga saat ini, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk sepeda produksi industri nasional, telah mencapai 50-60 persen.

“Apabila salah satu komponen seperti gear sepeda bisa diproduksi dari dalam negeri, akan menambah 10 persen dari TKDN,” lanjut Agus.

Kemenperin juga akan mendorong sektormanufaktur pendukung, seperti industri besi dan baja dapat memasok kebutuhan bahan baku bagiprodusen sepeda di tanah air. (Eedar)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal