LampuHijau.co.id - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Tahun 2019 di Kantor Bupati, Pulau Pramuka, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, pada Jumat (22/3) pagi.
Dalam forum yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan organisasi pemerintahan tersebut, Anies menekankan kegiatan Musrenbang merupakan bentuk kolaborasi antar pemerintah dan masyarakat dalam proses bottom-up, termasuk top-down, melalui perumusan kebijakan yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov DKI Jakarta selama lima tahun.
Baca juga : Walikota Jakarta Timur Siapkan Sanksi Warga Tolak Jumantik
Anies menyampaikan, Musrenbang ini adalah proses untuk mendapatkan aspirasi, ide, gagasan, harapan yang nantinya diolah menjadi rencana pembangunan.
“Yang menjadi masalah adalah apakah prosesnya berjalan dengan baik, agar masalah yang ada di masyarakat bisa diformulasikan dalam bahasa rencana pembangunan, sehingga bisa menjadi kegiatan nantinya," ungkap Anies.
Baca juga : Wow, Tiga Petinggi Jaktim Turun Berantas Nyamuk
Anies juga menyebut, pembangunan jangka panjang Kepulauan Seribu akan diselaraskan dengan prioritas Pemerintah Pusat yang menjadikan wilayah kemaritiman Jakarta ini sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
"Tema (pembangunan) kita untuk tahun 2020 yaitu pembangunan berkualitas. Kualitas pembangunan itu ditentukan bukan dari angka tingkat pertumbuhannya. Pertumbuhan pembangunan misalnya perekonomiannya tumbuh 6 persen. Berkualitas atau tidak ditentukan apakah pembangunan merata atau tidak. Ketika pembangunan itu merata, maka ia disebut pembangunan berkualitas. Ketika pembangunan itu tidak merata, maka pembangunan itu tidak berkualitas," terang Anies.
Baca juga : Pemprov DKI Kumpulkan Camat dan Lurah
Anies menuturkan, kebutuhan dasar masyarakat di Kepulauan Seribu harus bisa dientaskan dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan tahun 2020. Beberapa kebutuhan dasar itu, diantaranya ketersediaan air bersih, tata kelola air limbah, akses pendidikan maupun kesehatan termasuk pengadaan Puskesmas Keliling, dan mobilitas masyarakat antar pulau.
"Jadi, niat kita semua adalah membuat Jakarta bisa menjadi contoh bahwa Kepulauan bisa dikelola, bisa dikembangkan dengan baik. Kalau di Kepulauan Seribu ini pembangunan berjalan dengan baik, maka kita bisa mengirimkan pesan kepada saudara-saudara kita di pulau-pulau yang jauh dari Ibu Kota. Tapi, kalau di tempat ini tidak berhasil, jangan berharap yang di ujung sana akan merasa optimis. Wong yang di depan Ibu Kota tidak beres. Karena itu, kita harus bereskan di Kepulauan Seribu. Kita harus majukan Kepulauan Seribu," tegas Anies. (ULI)