Irwandi Minta Pengelola Awasi Ketat Pasar Tradisional

Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Foto: liputan6.com)
Selasa, 14 Juli 2020, 20:54 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pemerintah Kota Jakarta Pusat meminta setiap pengelola pasar di Jakarta Pusat agar lebih aktif melakukan pengawasan ketat di lingkungan pasar. Hal ini menyusul Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat terdapat 41 pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan dari hasil tes Swab.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan, jika memang saat ini pasar tidak lagi menerapkan aturan ganjil-genap, namun memang jumlah pengunjung dibatasi 50 persen. Hanya saja, menurut dia, pengawasan yang dilakukan masih kurang, sebab masih ada pedagang yang tidak maksimal menerapkan protokol kesehatan seperti halnya mengenakan masker.

Baca juga : Pengawasan Ketat Agar Transformasi KSP Berjalan Optimal

"Ini harus dimonitor terus sama pengelola pasar, jangan lepas tangan gitu. Jangan semuanya diserahkan ke Wali Kota. Jadi pasar ini harus aktif juga," kata Irwandi, Selasa (14/07/2020).

Irwandi mengatakan, jika setiap pengelola perlu turut serta melakukan pengawasan, sehingga ketika terjadi kepadatan di area pasar, bisa diminimalisir untuk melakukan pengaturan. "Nah, misalnya di sekuriti ini kalau liat pasar ramai, kalau kepenuhan tahan dulu, jangan suruh masuk dulu kan gitu. Jadi jangan sampai numpuk di dalem, ini diatur dan hal ini masih banyak Pasar yang belum dilakuin," katanya.

Baca juga : Dirlantas Polda Jateng Minta Pengerjaan Proyek Jalan di Malam Hari

Irwandi menyayangkan masih ada beberapa pasar yang mengandalkan petugas Satpol PP untuk melakukan pengawasan. Oleh sebab itu, ia meminta pengelola pasar dapat berkoordinasi tingkat kota yang turut serta terjun ke lokasi.

"Jadi, pasar itu harus aktif dibantu juga dengan Satpol. Karena dinas kan juga turut ini harus efektif jangan cuma datang liat. Tapi harus diatur di dalamnya," ucapnya.

Baca juga : Ini Dia Peluang Bisnis di Tengah Trend Bersepeda Kata Nirina Zubir

Terpisah, Kasatpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan mengatakan, pihaknya rutin menjaga 36 pasar di Jakarta Pusat. Ia juga meminta seluruh pasar dibuatkan posko gugus tugas agar dapat melakukan penindakan bagi para pelanggar.

"Tanggung jawab ada di gugus tugas, jika ada (pelanggaran) dapat laporkan ke Pemrov DKI. Masih ada beberapa pasar yang tidak memiliki posko, salah satunya Pasar Sumur Batu," tandasnya. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal