Trend Bisnis Ikan Hias Meningkat, KKP Gelar Pelatihan Budi Daya Rainbow Fish

Selasa, 14 Juli 2020, 20:22 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id -
Pandemi Covid-19 tak terelakkan berdampak pada perlambatan ekonomi global termasuk Indonesia. Kendati demikian, bisnis ikan hias tengah mengalami peningkatan. Tak hanya menjadi primadona di dalam negeri, permintaan eskpor terhadap ikan hias pun cukup tinggi. 

Menangkap peluang ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menyelenggarakan “Pelatihan Membenihkan dan Membesarkan Ikan Rainbow” pada Selasa (14/7). 

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelauan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati dan Plt. Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Medan Simparta Br Sitepu selaku penyelenggara pelatihan. Turut hadir pengurus Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Mina Mulya Didi Supendi selaku fasilitator dalam pelatihan ini. 

Baca juga : Bebaskan Napi Saat Pandemi, Yasonna Digugat

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengungkapkan, pelatihan ini dilaksanakan sejalan dengan program pemerintah yang tengah mendorong tumbuhnya UMKM-UMKM baru. Pasalnya, pembatasan gerak dan aktivitas sosial dalam masa pandemi mengakibatkan banyak perusahaan harus merumahkan pekerjanya. 

“Tumbuhnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) dinilai dapat berkontribusi besar memulihkan perekonomian Indonesia,” tuturnya. 

Ikan rainbow (Glossolepis incisus) merupakan endemik perairan tawar tanah Papua. Ikan ini banyak ditemui di Danau Ayamaru dan Danau Sentani serta rawa-rawa berair jernih. Total terdapat 20 jenis ikan rainbow di Indonesia.  Berukuran paling panjang sekitar 15 cm, ikan rainbow berbentuk pipih dan memiliki mulut unik menyerupai tabung. Ikan ini tidak agresif sehingga dapat disandingkan dengan ikan hias lainnya seperti botia, molly, dan guffy.

Baca juga : Agar Pelayanan Meningkat, Pemkot Bogor Dapat Hibah Molin

“Ikan rainbow cukup diminati di kalangan hobiis. Sesuai namanya, ikan ini memiliki warna tubuh yang indah seperti pelangi dan tubuh yang mungil. Dengan warna-warni yang mencolok, ikan ini banyak diminati sebagai ikan hias,” jelas pengurus P2MKP Mina Mulya Didi Supendi selaku instruktur pelatihan.

Bahkan, pria yang aktif sebagai supplier bagi para eksportir dalam beberapa tahun terakhir ini mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya belum mampu memenuhi permintaan pasar. Amerika Serikat, Eropa, Australia, Jepang, dan Korea menjadi beberapa negara peminat ikan rainbow dari Indonesia. Hal ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk membuka usaha budidaya.  

“Ikan rainbow merupakan ikan asli dari negara kita. Peluangnya masih sangat besar untuk kita budidayakan dan pasarkan. Kalau bukan kita, siapa lagi?,” ucapnya. 

Baca juga : Kendalikan Harga, Pemkot Bogor Gelar Bazar Murah di Balaikota

Didi menuturkan, pembesaran ikan rainbow dapat dikatakan gampang-gampang susah. Meskipun begitu, bukan berarti kegiatan ini tidak mungkin dilakukan. “Kuncinya adalah ketelitian dan taat aturan pada proses budidaya,” imbuhnya. 

Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati berharap, pelatihan yang diselenggarakan hari ini bisa memberikan inspirasi usaha baru bagi masyarakat, khususnya yang telah dan berniat untuk menekuni usaha ikan hias. Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar pemaparan langkah-langkah membenihkan dan membesarkan ikan hias rainbow. Melainkan juga mengasah kemampuan masyarakat untuk melihat peluang bisnis yang ada di sekitar. 

“Di tengah tingginya minat terhadap ikan hias, saya harap masyarakat bisa memanfaatkan peluang usaha yang ada untuk membantu perekonomian keluarga,” tambahnya. (Eedar)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal