LampuHijau.co.id - Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara menggelar apel penurunan Alat Peraga Kampanye (APK), di kantor Wali Kota Jakarta Utara (Jakut). Apel dilanjutkan dengan menyisir sejumlah ruas jalan guna membersihkan APK.
Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau mengatakan, pembersihan APK dimulai pada Minggu (14/4/2019) Pukul 00.00 WIB hingga Selasa (16/4/2019). Dalam kegiatan ini, sebanyak 456 personel gabungan dilibatkan dan langsung menyisir seluruh ruas jalan, baik protokol, jalan lingkungan, maupun lingkungan perumahan.
"Hari ini kita apel persiapan pembersihan APK. Kita pastikan pukul 00.00 pada tanggal 14 April 2019 ini kita sudah mulai pembersihan APK di Jakarta Utara. Lokasinya sudah ditentukan dan sudah kita sebar ke petugas, baik yang di tingkat kota maupun kecamatan," kata Syamsuddin, ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Minggu (14/4).
Baca juga : 34 Ribu Personel TNI-Polri Siap Amankan Proses Pemilu di Jabar
Dia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan semata-mata untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Sehingga Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 nanti berjalan dengan sukses sesuai yang diharapkan bersama. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat yang memiliki hak pilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing. Memilih calon pemimpin sesuai hati nurani dan tidak golput.
"InsyaAllah kita jamin Pemilu 2019 ini tidak ada masalah. Seluruh aparat Forkopimko menjamin untuk memberikan rasa aman," jelasnya.
Sementara, Ketua Panwaslu Jakarta Utara M. Dimiyati menerangkan, teknis penurunan APK dini hari ini dibagi menjadi tujuh kelompok. Kegiatan ini sebagai amanah dalam menegakkan keadilan pemilu, khususnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Baca juga : 7 Pemanjat Gunung Kibarkan Semangat di Hari Buku Dunia
"Saya kira regulasi sudah jelas. Hari tenang tidak boleh ada satu APK apapun. Apabila ada yang masih memasang, maka itu pelanggaran yang harus ditindak secepatnya," katanya.
Selanjutnya, seluruh limbah APK yang terkumpul akan didaur ulang menjadi kerajinan kreatifitas. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir pembuangan limbah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Sebagian APK yang masih dalam kondisi baik akan dimanfaatkan untuk daur ulang. Tapi yang sudah tidak baik akan kita buang ke TPA Bantar Gebang," kata Syamsuddin.
Baca juga : Di Tangerang Nabung Sampah Bisa Jadi Emas, Mau???
Kata dia, salah satu yang akan mendaur ulang limbah APK di antaranya oleh Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK). Meski begitu, pemanfaatan limbah APK ini boleh dilakukan siapa saja yang mau mendaur ulang.
"Infonya tadi PKK mau mendaur ulang limbah APK ini. Saya pikir ini bagus untuk meminimalisir sampah ke TPA," tutupnya. (Sep)