LampuHijau.co.id - Kesal mendenger juru pemantau jentik (Jumantik) mendapat penolakan pemilik rumah saat akan pemeriksaan jentik nyamuk menjadikan Walikota Jakarta Timur berang. Karenanya pemberian sanksi bagi pemilik rumah tengah disiapkan.
"Saya minta para jumantik jika ada pemilik rumah yang menolak dilakukan pemeriksaan lapor kepada saya," tegas M Anwar, Walikota Jakarta Timur saat memimpin PSN di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (22/3)
Baca juga : Wow, Tiga Petinggi Jaktim Turun Berantas Nyamuk
Menurut Walikota, bagi pemilik rumah yang menolak maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas. Sebab, para kader jumantik merupakan petugas yang dengan gigih menekan angka penderita demam berdarah dengue (DBD).
"Para jumantik ini kan menjalankan tugas demi kesehatan, keselamatan warga. Serta menekan timbulnya nyamuk aides aegepty, sudah sepatutnya pemilik rumah memberi ruang buat pemeriksaan" ujarnya.
Baca juga : Pemprov DKI Kumpulkan Camat dan Lurah
Terlebih, kata Walikota angka positif DBD di Duren Sawit terbilang besar. Pasalnya dari data penyelidikan epidemiologi terdapat 83 warga positif terjangkit DBD.
"Makanya saya minta jumantik untuk terus gigih dalam PSN. Ajak warga untuk turut menjaga kebersihan lingkungan," ungkapnya.
Baca juga : Ivan Doly Sesalkan Masih Banyak RS Tolak Pasien BPJS
Sementara itu, Ketua RW 06 Duren Sawit, Dewa Putu berjanji akan terus mensosialisasikan tentang pencegahan DBD. Salah satunya, mengajak warga untuk bersama melakukan kebersihan lingkungan.
"Aksi walikota turun ke lapangan menjadi motivasi bagi kami. Karenanya PSN akan terus kita gelorakan," tandasnya.(AZS)