LampuHijau.co.id - Penggerebekan Diskotek Top One oleh Satpol PP dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta di pada Jumat (3/7/2020), berlangsung dramatis. Di balik penggerebekan itu, ada kisah penyekapan yang dialami pengunjung tempat hiburan malam yang terletak di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat itu.
Hal tersebut diutarakan Wanda (23), salah satu pengunjung Top One yang berhasil lolos dari penyekapan. Warga Bintaro, Pesanggrahan itu mengaku putus asa lantaran selama lebih dari tujuh jam, tepatnya sejak pukul 03.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB harus berdiam diri di dalam gedung Top One.
Wanda bersama ratusan pengunjung Top One lainnya tidak diperbolehkan meninggalkan gedung karena pihak pengelola Top One melarang. Pihak pengelola menyebut ada razia yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) ketika dirinya tengah berpesta.
"Jadi dibilang (pengelola Top One) ada razia BNN, kita semua dikumpulin di tangga darurat, lampu-AC semua dimatiin, gelap gulita," ungkap Wanda dihubungi pada Senin (6/7/2020).
Keluhan panas dan pengap yang dilontarkan katanya dimentahkan pihak pengelola. Mereka bersikukuh untuk mengunci mereka di tangga darurat hingga matahari terbit. Wanda mengaku tidak berdaya atas kejadian tersebut, terlebih seluruh ponsel milik pengunjung katanya disita oleh pihak keamanan Top One.
"Sebelum hp (ponsel) disita itu saya masih sempat minta Grab (taksi online) jemput, soalnya dibilang (pengelola) jam enam bisa keluar. Tapi sampai pagi kita masih dikunciin juga," kenangnya.
Baca juga : Sebelum Digerebek, Diskotek Top One Sekap Pengunjung 7 Jam?
Dirinya mengaku bisa bernapas lega setelah sejumlah petugas keamanan Top One meminta para pengunjung untuk berpindah tempat menuju roof top atau lantai paling atas. Wanda mengaku gembira karena area cukup luas menampung ratusan pengunjung Top One ketika itu.
"Kita dipindah ke atas, ruangan belum jadi sama roof top, di situ lega, tapi masih belum boleh keluar karena masih ada BNN," jelasnya.
Berselang lama, hentakan langkah kaki dan teriakan didengarnya dari lantai bawah. Suara tersebut diketahui merupakan momen ketika puluhan petugas Satpol PP merangsek masuk gedung Top One.
Ketika itu, dadanya berdegub kencang, dirinya mengaku khawatir bakal ditangkap aparat. Tetapi di sisi lain, Wanda mengaku gembira dapat meninggalkan Top One dan bisa segera pulang ke rumah. "Takut campur seneng, seneng bisa keluar dari situ," ungkapnya.
Benar saja, hentakan kaki didengarnya bertambah keras. Tidak berselang lama sejumlah anggota kepolisian dan Satpol PP menuju ruangan tempat berkumpulnya seluruh pengunjung Top One. Dirinya bersama seluruh pengunjung pun diminta untuk turun dan meninggalkan gedung. Setelah dikumpulkan di bagian belakang gedung, mereka kemudian didata hingga akhirnya dipulangkan.
"Dari kejadian ini saya kapok, saya nggak lagi ke situ (Top One), itu karena saya diajak aja sama temen, baru sekali-kalinya ke situ," tutupnya.
Baca juga : Beroperasi Diam-diam di Masa PSBB, Diskotek Top One Digrebek
*Kunci Gedung*
Terkait aksi penyekapan tersebut, Humas Top One Andry mengkui pihaknya mengunci gedung dan menempatkan seluruh pengunjung di roof top. Seluruh pengunjung itu, katanya, menuruti permintaan pihaknya dengan alasan ketakutan lantaran razia tengah digelar BNN.
“Kan, tidak masuk akal orang lagi panik ketakutan kok mau berbuat yang tidak-tidak. Suasananya mencekam ditambah banyak ruangan masih gelap gulita," jelas Andry dikonfirmasi pada Senin (6/7/2020).
"Pada dasarnya kami mohon pembinaan Pemerintah DKI Jakarta agar usaha di sektor tempat hiburan tetap berjalan sebagai mana mestinya,” tutupnya.
Indikasi Narkoba Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Ivan menduga penyekapan tersebut berkaitan dengan penggunaan narkoba. Sebab, diungkapkannya ada pengunjung yang dicurigai disembunyikan oleh pengelola Top One.
"Kami lakukan monitoring dan pembatasan bahwa selama PSBB kegiatan untuk usaha karaoke atau usaha hiburan. Hari ini ditemukan pelanggaran cukup masif di Top One di tengah masa pandemi ini, sekitar 150 orang yang kami dapat," ungkap Ivan.
Baca juga : Sepi Penumpang, Pengemudi Ojek Online dapat Makanan Migelas dari Pelanggannya
"Ya ada indikasi ke sana (pelanggaran berat). Tapi akan kami rapatkan lebih dulu dengan Satpol PP. Yang jelas hari ini ada temuan yang masif di sini," kata Ivan.
Sewa PSK
Sementara, Kasie Ops Satpol PP Jakarta Barat Ivand Sigiro mengungkapkan, pihaknya mendapati fakta sejumlah pengunjung yang tertangkap di Diskotek Top One sempat karaoke, konsumsi minuman keras hingga berhubungan intim dengan pemandu karaoke dan PSK yang ada di sana. Fakta tersebut diperoleh pihaknya setelah menanyakan satu persatu pengunjung yang keluar gedung.
“Pengakuan pengunjung setelah diperiksa, minum bir hingga menyewa jasa PSK di ruang karaoke,” ujar Ivand. (RBN)