Kabareskrim Minta Nelayan & Warga Pesisir Pantai Tak Teperdaya Jaringan Narkoba Internasional

Kamis, 2 Juli 2020, 12:28 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo meminta para nelayan dan warga di pesisir jangan mau diperdaya dan tertipu tawaran para pengedar narkoba jaringan internasional, dalam menyelundupkan narkoba ke Indonesia lewat jalur laut.

Sebab dalam beberapa kasus terakhir, diketahui para pengedar narkoba jenis sabu, menggunakan kapal nelayan Indonesia dengan menyewa untuk selundupkan sabu ke Indonesia.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat khususnya di wilayah pesisir pantai atau nelayan, untuk tidak mudah tergiur ataupun mendapatkan order kegiatan yang tidak diketahui jelas. Biasanya ditawarkan harga menarik tapi tidak mengangkut orang, dan ternyata untuk menyelundupkan narkoba atau sabu," kata Listyo, saat pemusnahan narkoba di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/7/2020).

Berita Terkait : H-1 Lebaran, Kapolda Metro Jaya Apresiasi Polrestro Jakpus Ungkap 310 Kg Sabu Senilai Rp400 M dari Jaringan Internasional

Saat ini, kata dia, penyelundupan narkoba jaringan internasional dari China dan Iran kerap melakukannya lewat jalur laut, dengan memanfaatkan jalur tikus. Sebab, cara sebelumnya dengan jalur udara atau melalui kiriman kargo sudah dapat dengan mudah dideteksi pihaknya.

"Mereka kini mendistribusikannya dengan cara ship to ship, atau perputaran dari kapal ke kapal di laut internasional, yang dekat dengan laut Indonesia," katanya.

Dari sana, kata dia, jaringan ini masuk ke Indonesia lewat jalur tikus atau jalur sepi di laut Indonesia. "Kami identifikasi untuk sabu, ada dua kelompok besar yang menyelundupkan sabu ke Indonesia lewat jalur laut," ujar Listyo.

Berita Terkait : Polri dan KPI Bahas Persiapan Hari Penyiaran Nasional

Yakni jaringan sabu internasional asal China dan asal dari Iran atau Timur tengah. "Jaringan dari Timur Tengah atau Iran ini masuk lewat jalur laut ke Aceh, lalu masuk ke perairan di selatan Indonesia," katanya.

Yang teranyar, kata dia, jaringan kelompok ini menyelundupkan sedikitnya 1,2 ton sabu ke Serang, Banten; dan Sukabumi, Jawa Barat, pada Mei dan Juni 2020 lalu. "Lalu jaringan sebelumnya dari China yang memasukkan sabu lewat Myanmar dan masuk ke Indonesia lewat Selat Malaka. Modusnya juga ship to ship," ungkapnya.

Ke depan, pihaknya akan terus memantau dan mengawasi penyelundupan sabu lewat jalur laut ini. "Supaya tidak ada lagi, jalur tikus atau jalur sepi di laur Indonesia yang dimanfaatkan jaringan narkoba ini," ujar Listyo.

Berita Terkait : Hofland Coffee, Mitra Binaan Dahana Ikut Pameran Kopi Internasional Dubai

Ia menjelaskan, dalam pengungkapan 1,2 ton sabu dari Serang, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat, diamankan 16 tersangka, yang 4 di antaranya warga negara asing (WNA) asal Yaman dan Palestina. "Sabu jaringan pengedar internasional ini berasal dari Iran," katanya.

Dari 1,2 ton sabu yang berhasil diamankan pihaknya, kata Listyo, berpotensi merusak 6 juta orang. (DIR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal