LampuHijau.co.id - Saat momentum Hari Bhayangkara ke-74 Kapolri Jenderal Idham Azis meminta maaf kepada masyarakat, apabila selama bertugas, jajarannya belum dapat memenuhi ekspektasi yang ada.
Dia mengungkapkan hal itu saat memberi sambutan dalam perayaan HUT Bhayangkara ke-74, yang digelar secara virtual dengan jajaran Polda dan Polres dari gedung Bareskrim Polri dan disiarkan langsung di akun Youtube Divisi Humas Polri, Rabu (1/7/2020).
"Saya dalam kesempatan ini juga mohon maaf kepada masyarakat seluruh Indonesia, apabila masih ada kinerja atau hal-hal yang belum bisa membuat ekspektasi masyarakat senang sama Polri," kata Idham dalam sambutannya.
Meski demikian, Jenderal polisi berbintang empat itu merasa bahwa dirinya selalu memikirkan untuk bertindak dan berbuat yang terbaik untuk institusi kepolisian. Dia pun menyinggung penilaian masyarakat terhadap Polri dapat dikatakan baik dengan mencapai 82 persen. Oleh sebab itu, menurut dia, hal tersebut perlu dipertahankan.
Baca juga : Hadapi Developer Nakal, Warga Lebak Bulus Minta Perlindungan Hukum ke Komisi Yudisial
"Karena itulah modal dasar kami, sehingga kami dicintai oleh masyarakat," tambah Idham.
Dalam pidatonya itu pun, Idham mengatakan selama ini polisi yang bertindak baik belum tentu dimaknai baik oleh masyarakat. Oleh sebab itu, dia mengingatkan jajarannya agar tidak sekadar baik, melainkan menjadi yang terbaik.
Selepas perayaan HUT Bhayangkara, Idham kembali menyinggung permohonan maaf itu kepada awak media. Harapan dia, meski ke depannya banyak tugas-tugas menumpuk untuk kepolisian, namun nantinya tetap dapat dicintai oleh masyarakat.
"Kami akan benahi (kekurangan institusi), sehingga ke depannya Polri semakin dicintai masyarakat," pungkas dia.
Baca juga : Harus Segera Bagi Tugas, Pras Minta Wagub Riza Lebih Sering ke Lapangan
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dengan tegas agar Polri mengutamakan keselamatan rakyat dalam melakukan penindakan hukum. Menurutnya, tindakan persuasif dan humanis harus diutamakan. Jokowi menyampaikan itu saat menjadi Inspektur Upacara di hari peringatan HUT Bhayangkara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7/2020).
"Perlu saya tegaskan, keselamatan rakyat adalah yang utama, keselamatan rakyat hal tertinggi, lakukan secara persuasif dan humanis," kata Jokowi.
Arahan Jokowi itu bukan berarti meminta Polri menjadi lebih lunak, tapi tetap harus tegas. Selain itu, dia meminta agar Polri menjaga profesionalitas sebagai penegak hukum yang mengutamakan keselamatan rakyat.
Kapolri Jenderal Idham Azis berpesan kepada seluruh anggota Polri, agar menjaga solidaritas di internal instansi, khususnya menjelang pergantian Kapolri kelak pada 2021. Idham menyebut semua anggota Polri memiliki kesempatan yang sama untuk meneruskan jejaknya. Tapi dia mewanti-wanti, agar tak menggunakan cara tidak patut dalam meraih posisi Tribrata-1 (TB-1) alias Kapolri.
Baca juga : Pengacara Juniar Bantah Kliennya Terlibat Kasus Penipuan
"Jangan SMS: senang melihat teman susah, susah melihat teman senang. Biar Tuhan yang memilih. Siapa saja di ruangan ini punya kesempatan yang sama" ujar dia.
Idham pun meminta, seluruh anggota Polri selalu waspada terhadap isu-isu liar ihwal bursa nama calon Kapolri yang bisa mengendorkan solidaritas internal. Meski, menurut dia, terlalu dini mengkaji isu bursa Calon Kapolri.
'Ini baru Juli, nanti kalau sudah bulan ber, ber, ber (September-Desember) baru semakin tajam," tandasnya. (DIR)