LampuHijau.co.id - Forum Komunikasi Pedagang Masker mendesak aparat penegak hukum mengungkap dugaan kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) pengadaan 20 juta masker di DKI Jakarta.
"Kami meminta kepada Kejaksaan Agung dan KPK untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyelewengan program pembuatan 20 juta masker DKI Jakarta yang diduga KKN," ungkap Koordinator Forum Komunikasi Pedagang Masker (FKPM) Qadar Ruslan Siregar di Jakarta, Kamis (25/6/2020)
Desakan pedagang tersebut sesuai dengan pernyataan Presiden dan Kapolri agar tidak main-main dan penggunaan dana Covid-19 tidak boleh diselewengkan.
Baca juga : Dugaan Korupsi Koni Kota Malang Rp 12 Miliar, Diusut Kejaksaan
Qadar Ruslan Siregar mengatakan, Gubernur DKI Jakarta meminta pengadaan masker tersebut dipenuhi oleh pengusaha sektor UMKM dan dibeli oleh PD Pasar Jaya. Tetapi, setelah diproduksi kemudian pihak PD Pasar Jaya menghentikannya secara mendadak.
"Berkenaan dengan program Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan untuk pembuatan 20 juta masker DKI Jakarta yang dilaksanakan oleh PD Pasar Jaya yang dipimpin oleh Bapak Arief Nasrudin, maka dengan ini kami Forum Komunikasi Pedagang Masker merasa dirugikan karena banyak masker yang telah kami buat ternyata tidak dibeli seluruhnya oleh PD Pasar Jaya," kata Ruslan.
Ruslan menduga, penghentian mendadak pembelian masker produksi UMKM tersebut dikarenakan ada "bau" penyelewengan dalam program tersebut.
Baca juga : Pangdam Jaya Pimpin Apel Pagi di Lapangan Jayakarta Makodam Jaya
"Bahwa dugaan penyelewengan tersebut terjadi salah satunya dikarenakan masker dalam jumlah besar dikerjakan oleh pengusaha besar, bukan pengusaha kecil seperti yang disampaikan/diinginkan oleh Gubernur DKI Jakarta," tandasnya.
Ruslan Siregar mengaku punya rekaman video pengiriman masker dalam jumlah besar yang menggunakan truk. Karena itu, pihaknya meminta produk mereka tetap dibeli oleh PD Pasar Jaya seperti sebelumnya dipesankan Gubernur Anies.
"Bahwa kami meminta dan mendesak kepada Direktur Utama PD Pasar Jaya, maupun Gubernur DKI Jakarta, untuk segera membeli masker kami agar kami tidak menjadi korban. Jika Direktur Utama PD Pasar Jaya, maupun Gubernur DKI Jakarta tidak membeli masker kami tersebut, maka kami akan melakukan aksi besar-besaran. Bila perlu kami aksi di depan istana, " ungkap dia.
Baca juga : KPK Bakal Usut Dugaan Korupsi Kartu Prakerja
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengingatkan para pejabat untuk tidak main-main dengan dana penanganan Covid-19 yang telah disiapkan pemerintah. Jenderal bintang empat itu mengaku akan menindak tegas siapa pun yang menyelewengkan penggunaan dana tersebut.
“Ya, dalam situasi kondisi pandemi seperti ini, apabila ada yang menyalahgunakan, maka Polri tidak pernah ragu untuk ‘sikat’ dan memproses pidana,” kata Idham.(LHTJ)