Soal Pedagang Terpapar Covid-19, Wagub Nilai Penanganan dari Pasar Jaya  Bagus

Kamis, 25 Juni 2020, 19:20 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan sebanyak lebih 50 persen pedagang pasar yang positif Covid-19 telah sembuh. Hingga saat ini, tercatat 106 pedagang positif COVID-19 dari 5.664 pedagang di pasar tradisional yang ada di Jakarta.

"Kami sudah melakukan uji usap (swab test) di 59 dari 153 pasar. Dari 59 pasar: 18 pasar positif, 11 pasar negatif, 30 pasar menunggu hasil. 106 pedagang positif COVID-19 dari 5.664 pedagang. Lebih 50 persen dari 106 yang positif tersebut sudah dinyatakan sembuh," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, usai meninjau pasar Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2020).

Diakuinya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membuat beragam regulasi untuk menekan penularan Covid-19 di Jakarta. Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi selama bulan Juni bisa berjalan dengan baik.

"Pak Gubernur telah membuat berbagai macam regulasi, menghadirkan sebanyak mungkin aparat, dan menyiapkan Pergub 41, 47, dan 51 di masa PSBB Transisi. Kami harap semua unit kegiatan bisa menerapkan protokol Covid-19 dengan baik," katanya.

Baca juga : Samsat Jakbar Komitmen Terapkan Protokol Covid-19 Kepada Wajib Pajak Kendaraan

Dari penelusurannya, penerapan protokol Covid-19 di Pasar Pramuka telah berjalan dengan baik. Pihaknya tidak menginginkan aktivitas di pasar menjadi kluster Covid-19 baru. Diakuinya, wabah Covid-19 masih ada sehingga perlu kewaspadaan semua pihak.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan jumlah rukun warga (RW) yang masuk kategori wilayah pengendalian ketat (WPK) Covid-19 di ibu kota telah berkurang. Dari 66 RW yang dinyatakan WPK pada awal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, kini jumlahnya ada 27 RW.

“Jumlahnya sekarang sudah berkurang menjadi 20-an RW,” kata Anies.

Menurutnya, sejak awal Juni 2020 DKI telah menggiatkan pencarian kasus baru (active case finding), karenanya jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 terus bertambah. Kata dia, kebanyakan orang yang terinfeksi Covid-19 tanpa mengalami gejala namun saat menjalani swab tes mereka positif Covid-19. Mereka dites karena sebelumnya pernah berkontak dengan orang yang positif.

Baca juga : Manfaatkan Situasi Pandemi Covid-19, Dirut Ekspedisi Penerima Sabu 71 Kg dari Sumatera Jadi Tersangka

“Jadi kalau lihat jumlah yang dirawat nggak alami lonjakan, tapi positifnya (naik). Dan kami akan terus lakukan active case finding,” ungkapnya.

Menurutnya, bagi orang yang terkonfirmasi positif namun tanpa gejala akan diimbau untuk isolasi mandiri. Beda halnya bila mereka mengalami gejala batuk, flu, dan demam, petugas akan membawanya ke rumah sakit rujukan untuk penanganan lebih lanjut.

“Dulu Jakarta banyak yang (zona) merah Covid-19, tapi dengan kami melakukan tes yang meningkat dan menambah pelayanan sehingga posisinya sekarang mayoritas Jakarta sudah aman. Tapi sekarang masih ada spot-spot yang dibutuhkan (perhatian khusus),” jelasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pemprov DKI Jakarta, ada 27 RW yang diusulkan sebagai WPK pada periode 18 Juni-2 Juli 2020. Puluhan RW itu tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.

Baca juga : Ramadhan di Tengah Covid-19, Pacu Semangat Danramil dan Persit Johar Baru Bagikan Takjil dan Beras 

Sebelumnya, kasus baru penyebaran Covid-19 di 66 Rukun Warga (RW) di DKI Jakarta masih tinggi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, pemerintah daerah harus memberikan perhatian khusus terhadap daerah tersebut. “Ada 66 RW dengan laju insiden rate (jumlah kasus baru) tetap masih harus mendapat perhatian khusus. RW ini adalah 2,4 persen dari seluruh total RW berjumlah 2.738,” kata Anies. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal