HUT Kota Jakarta ke-493

Jamaludin Usulkan Baju Pangsi Jadi Seragam Wajib DPRD DKI

Selasa, 23 Juni 2020, 14:51 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Memperingati ulang tahun Kota Jakarta yang ke 493 tahun pada 22 Juni 2020, politisi Golkar Jamaludin mengusulkan agar anggota dewan memakai baju pangsi sebagai pakaian wajib di salah satu hari kerja.

Bahkan, politisi nyentrik yang ngantor di Kebon Sirih ini tampil mengenakan baju khas jawara Betawi tersebut setiap hari Selasa.

"Apa yang saya lakukannya semata-mata untuk melestarikan budaya leluhur Betawi," ujarnya saat berbincang dengan Lamjek Selasa (23/6).

Baca juga : Jakarta Dikepung Banjir Kadis SDA Akan Berusaha Mengatasi Banjir Secara All Out

Anggota komisi A DPRD DKI asal Rawa Bambon, Ciracas Jakarta Timur ini mengharapkan agar apa yang dilakukannya dapat menginspirasi anggota dewan lainnya sebagai bentuk melestarikan kebudayaan asli Betawi.

"Ane berharap Jakarta sebagai ibukota dan kota metropolitan tetap menjaga kelestarian budaya orang Betawi sebagai penduduk inti ibukota. Dan anggota DPRD dapat mempeloporinya. Selama ini kan anggota DPRD menggenakan baju Betawi ujung serong kalo pas rapat paripurna istimewa HUT Jakarta. Bukan tidak mungkin, kita usulkan agar baju pangsi dikenakan di salah satu hari kerja," terang Jamal.

Lagi pula kata Jamal mengenakan baju khas Betawi ini juga merupakan amanat Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Baca juga : Warga Jakarta Rindukan Bang Sandi Kembali Dampingi Anies

Seperti diketahui, baju Pangsi merupakan pakaian jawara-jawara Betawi sejak dahulu kala. Jawara Betawi yang dimaksud adalah sosok yang dalam keilmuannya baik ilmu agama maupun ilmu bela diri atau yang kita kenal dengan istilah silat Betawi.

Warna baju pangsi bermacam-macam. Ada hitam, merah, hijau, krem dan coklat tua. Dilengkapi dengan asesoris sabuk besar, selendang kain, batu cincin dan sebilah golok dengan alas kaki sandal terompa.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan sambutan di HUT DKI ke-493 mengungkapkan bangsa Indonesia berutang budi pada masyarakat Betawi. Hal itu karena masyarakat Betawi telah menyediakan daerahnya untuk menjadi tempat berkumpul seluruh elemen dan unsur bangsa.

Baca juga : Walikota Jakarta Timur Siapkan Sanksi Warga Tolak Jumantik

"Masyarakat Betawi ini egaliter, welcoming menyambut semua dan itulah sebabnya kenapa kita merasakan pertumbuhan gagasan Indonesia menjadi kenyataan," kata Anies saat usai melakukan upacara peringatan upacara HUT Kota Jakarta di halaman Balaikota DKI Jakarta, Senin (22/6).

Anies melanjutkan, Jakarta terus berupaya menghadirkan perasaan kesetaraan bagi siapa pun tanpa melihat identitas.

"Kita berharap bahwa masyarakat Indonesia menyadari bahwa proses itu tidak sederhana tanpa ada tuan rumah yang memfasilitasi dengan baik, sulit kita menyaksikan ini," tutup Anies. (DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal