LampuHijau.co.id - Saat ini Perumda Pasar Jaya sedang membuat aturan ketat bagi pengunjung dan pedagang pasar di DKI Jakarta. Hal ini mengingat pasar menjadi salah satu lokasi paling rawan penyebaran virus corona di Ibu Kota. "Memang benar apa yang disampaikan Pemprov DKI soal pasar tradisional. Karena memang pasar pangan tidak ditutup," kata Direktur Utama Perumda (PD) Pasar Jaya Arief Nasrudin.
Arief menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi potensi penyebaran pandemi Covid-19 di pasar setelah adanya rapat bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Maret lalu. "Dan penyebaran covid itu dari sedikit dan terus meningkat," ujarnya.
Baca juga : Aspem Jakpus: 30 Pelanggar Ditemukan Tak Pakai Masker
Aief menerangkan pihaknya langsung melakukan operasi pasar dengan membagikan masker kain. Hingga melakukan pengetatan di pintu masuk pasar. "Dan kita melakukan pengetatan akses masuk pasar dan kita melakukan penyemprotan sekali dalam dua Minggu," tandasnya. (ULI)
Pengetatan yang dilakukan salah satunya yakni akan mengeluarkan pengunjung dari pasar apabila tidak menerapkan protokol kesehatan. "Jadi banyak hal yang sebenarnya sedang dan akan dilakukan lebih tajam, selain kemudian ada gugus COVID di pasar. Jadi konsumen yang melanggar protap kita, terpaksa sanksinya kita keluarkan dari pasar dan itu sangat terpaksa kita lakukan," ujar Arief dalam video conference bersama wartawan, Kamis (11/6/2020).
Tujuan pengetatan aturan itu adalah mencegah penyebaran COVID-19 semakin masif di pasar. "Misalkan maskernya dikalungkan, mereka belanja, jalan, tapi masker dikalungkan, kita akan minta dipakai atau keluar. Kita akan memperketat proses-proses itu dan saya berharap jangan sampai beritanya pasar tradisional menjadi titik merah penyebaran COVID-19 yang baru," ucapnya.
Baca juga : Hore... Mulai 8 Juni Ojol di Jakarta Boleh Angkut Penumpang Lagi
Selain itu Perumda (PD) Pasar Jaya akan menutup tiga hari setiap pasar yang pedagangnya diketahui terpapar virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta. Sebanyak 19 pasar yang telah dilakukan rapid test dengan 51 pedagang diketahui terpapar corona. "Kita akan tutup selama 3 hari untuk kita semprot disinfektan dan seterilasasi," ujar Arief Nasruddin.
Arief mengatakan apara pedagang juga akan diminta isolasi mandiri bila diketahui memiliki gejala Covid-19. Sementara, bila pedagang sudah positif Covid-19 maka akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. "Dan kami melakukan penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung dan pedagang akan kami bekali face shild," ujarnya.
Baca juga : Hoax Kabar Hendra Lie Menunggak Pajak
Ia menambahkan, PD Pasar Jaya juga menerapkan traffic flow untuk akses masuk ke setiap pasar yang ada di Ibu Kota. Selain itu, pasar juga akan disiapkan tempat pencuci tangan, hingga hand sanitizer. Arief Nasrudin menyampaikan pihaknya melakukan rapid test di 19 pasar yang ada di Jakarta sehingga diketahui sebanyak 52 pedagang positif corona (Covid-19).
Berikut rincian pedagang yang terpapar COVID-19 di pasar berdasarkan data dari PD Pasar Jaya yakni Pasar Perumnas Klender 20 orang positif, Pasar Cijantung 1 orang positif, Pasar Serdang, Kemayoran 14 orang positif, Pasar Rawa Kerbau, Cempaka Putih 14 orang positif, Pasar Induk Kramat Jati 3 orang positif, sementara itu ada 9 pedagang yang hasil rapid test-nya reaktif. Mereka berasal pedagang di Pasar Lontar.(ULI)