LampuHijau.co.id - Kepala Bidang Jalur Hijau Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Firdaus Rasyid menegaskan, sejak awal pemberlakuan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga masa PSBB transisi, pihaknya terus melakukan pemeliharaan terhadap 77 jalur hijau di jalan-jalan protokol yang tersebar di DKI Jakarta.
Selama pandemi tersebut, sambungnya, kerusakan terhadap jalur hijau cenderung menurun di bawah 5 persen. Kerusakan jalur hijau itu akibat pembangunan sarana kota, seperti pengerjaan pedestrian dan saluran air.
Baca juga : Persiapan New Normal, Pasar Lama Kota Tangerang Ditinjau Kesiapannya
"Aktivitas warga yang menurun selama masa pendemi, sehingga kerusakan jalur hijau pun sedikit, hanya di bawah 5 persen. Saat pemeliharaan pun tidak ada kendala di lapangan, pasokan air lancar. Kita ambil dari sungai-sungai terdekat," ungkapnya kepada Lamjo Jak, Rabu (10/06/2020).
Pihaknya menargetkan perawatan terhadap jalur hijau tersebut rampung pada awal bulan Agustus mendatang. Pemeliharaan meliputi penyiraman, pendangiran, penyiangan tanaman, pemangkasan dan pemupukan.
Baca juga : Perumahan Mewah di Jaksel Ditertibkan Satpol PP
"Target Agustus sudah selesai, menyambut HUT RI. Nanti tanaman di jalur hijau sudah berbunga semua. Jadi menambah keindahan Ibu Kota," ujarnya.
Adapun jumlah jalur hijau yang terus dilakukan pemeliharaan meliputi 77 titik jalur hijau di jalan-jalan protokol se-DKI Jakarta, 36 Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan 35 Flyover. Jumlah tersebut tersebar di seluruh DKI Jakarta.
Baca juga : Purnawirawan Terlibat Makar Harus Taati Hukum
"Saat ini hampir seluruh tanaman hias sudah berbunga di jalur hijau Jalan Sudirman-Thamrin dan jalan protokol lainnya. Perawatan tanaman bougenville meliputi penyiangan atau pencambutan gulma yang berada di bak tanaman di kolong dan sisi jalan flyover (FO)," pungkasnya. (RKY)